3 Altcoin Tunjukkan Sinyal Akumulasi
Hefriday | 28 September 2025, 18:44 WIB

AKURAT.CO Mendeteksi akumulasi awal sebelum reli harga menjadi tantangan tersendiri bagi para trader aset kripto. Bahkan, investor besar atau whale sekalipun tidak selalu mampu membaca arah pergerakan pasar secara tepat.
Namun, laporan terbaru mengungkap sejumlah altcoin kini memperlihatkan tren positif, seiring membaiknya sentimen pasar.
Mengutip BeInCrypto, Minggu (28/9/2025), cadangan beberapa token di bursa kripto tercatat menurun ke level terendah baru sepanjang tahun. Penurunan cadangan di bursa sering kali dianggap sebagai sinyal positif karena menunjukkan adanya aktivitas akumulasi dari pelaku pasar.
Salah satu token yang menjadi sorotan adalah Pepe (PEPE). Meme coin berbasis Ethereum ini sempat mendapatkan momentum berkat performa ETH yang solid.
Meski begitu, harga PEPE belum mencatat lonjakan signifikan. Analis teknikal menilai pergerakan harga token ini masih terjebak dalam pola segitiga simetris besar yang terbentuk sejak awal 2025.
Baca Juga: Drama Pasar Kripto di Akhir September, dari UXLINK Kena Hack hingga Powell Bikin Altcoin Loyo
Data dari Santiment menunjukkan pasokan PEPE di bursa turun ke titik terendah tahunan, yakni 93,8 triliun token pada September.
Data dari Santiment menunjukkan pasokan PEPE di bursa turun ke titik terendah tahunan, yakni 93,8 triliun token pada September.
Volume perdagangan juga melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding pekan sebelumnya, yakni mencapai lebih dari USD6 miliar. Kombinasi penurunan cadangan dan peningkatan volume perdagangan memberi sinyal kemungkinan breakout ke arah bullish.
Selain PEPE, altcoin Jasmy (JASMY) juga mulai menunjukkan potensi pertumbuhan. Token yang terkait dengan sektor robotika ini mencatat peningkatan jumlah pemegang dari 86 ribu menjadi lebih dari 96 ribu sejak awal tahun.
Selain PEPE, altcoin Jasmy (JASMY) juga mulai menunjukkan potensi pertumbuhan. Token yang terkait dengan sektor robotika ini mencatat peningkatan jumlah pemegang dari 86 ribu menjadi lebih dari 96 ribu sejak awal tahun.
Cadangan JASMY di bursa juga mencapai titik terendah setahun terakhir di level 10,1 miliar token pada September.
Meski sinyal bullish cukup kuat, harga JASMY masih tertahan di bawah USD0,02. Analis pasar kripto dari CryptoMobese memperkirakan JASMY dapat segera keluar dari kisaran perdagangan sempitnya. Jika skenario tersebut terwujud, token ini diproyeksikan memasuki pola reli lima gelombang dan berpotensi menembus di atas USD0,30.
Dari sisi lain, The Sandbox (SAND) juga ikut mencuri perhatian. Token metaverse ini mengalami pergerakan harga yang menyempit dalam formasi segitiga.
Meski sinyal bullish cukup kuat, harga JASMY masih tertahan di bawah USD0,02. Analis pasar kripto dari CryptoMobese memperkirakan JASMY dapat segera keluar dari kisaran perdagangan sempitnya. Jika skenario tersebut terwujud, token ini diproyeksikan memasuki pola reli lima gelombang dan berpotensi menembus di atas USD0,30.
Dari sisi lain, The Sandbox (SAND) juga ikut mencuri perhatian. Token metaverse ini mengalami pergerakan harga yang menyempit dalam formasi segitiga.
Penurunan cadangan SAND di bursa menjadi faktor pendukung. Hanya dalam kuartal terakhir, sekitar 850 juta SAND tercatat keluar dari bursa, menandakan meningkatnya aktivitas penarikan token oleh investor untuk digunakan dalam ekosistem.
Momentum SAND diperkuat dengan peluncuran Alpha Season 6 pada September. Event ini menawarkan hadiah sebesar 250.000 SAND bagi para pemain, yang diprediksi dapat menarik pengguna baru sekaligus memperkuat fundamental ekosistem metaverse The Sandbox.
Secara keseluruhan, pola akumulasi pada PEPE, JASMY, dan SAND mencerminkan kesiapan investor menghadapi kemungkinan altcoin season berikutnya.
Walaupun banyak token belum mencatat kenaikan harga signifikan, tren penurunan cadangan di bursa menjadi tanda adanya keyakinan investor terhadap prospek jangka menengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









