Akurat

Kapitalisasi Kripto Sentuh USD4 Triliun, Investor Kembali Optimistis

Hefriday | 20 September 2025, 19:40 WIB
Kapitalisasi Kripto Sentuh USD4 Triliun, Investor Kembali Optimistis

AKURAT.CO Pasar kripto kembali menunjukkan tren penguatan yang signifikan dalam sepekan terakhir. Total kapitalisasi pasar dari seluruh mata uang kripto telah menembus angka USD4 triliun, menandai titik balik penting setelah beberapa bulan mengalami volatilitas tinggi.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai katalis, mulai dari kebijakan moneter Amerika Serikat, peluncuran produk investasi baru, hingga peningkatan minat investor terhadap altcoin.

Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (20/9/2025), salah satu pemicu utama penguatan pasar adalah keputusan Federal Reserve yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) setelah pertemuan yang digelar pada 16–17 September 2025.

Baca Juga: Upbit Indonesia Tekankan Pentingnya Strategi Jangka Panjang di Tengah Koreksi Pasar Kripto

Langkah ini diambil menyusul laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya menambah 22.000 lapangan kerja pada bulan Agustus, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%.

Secara historis, pemangkasan suku bunga oleh The Fed cenderung mendorong investor untuk masuk ke aset berisiko seperti saham dan mata uang kripto. Hal ini karena biaya pinjaman menjadi lebih rendah, yang pada akhirnya meningkatkan likuiditas dan daya beli di pasar.

Tren ini juga pernah terjadi selama masa pandemi, saat suku bunga mendekati nol dan pasar kripto mencetak rekor harga tertinggi.

Bitcoin sebagai mata uang kripto terbesar menunjukkan penguatan stabil. Harga BTC tercatat naik 0,59% menjadi sekitar Rp1,91 miliar per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp38.368 triliun. Volume perdagangan harian yang tinggi, yaitu sebesar Rp516,6 triliun, menjadi bukti bahwa minat terhadap Bitcoin masih sangat kuat di tengah perubahan kebijakan moneter global.

Namun, bukan hanya Bitcoin yang mendapat perhatian. Sejumlah altcoin juga mencatatkan lonjakan harga, sebagian besar didorong oleh meningkatnya Altcoin Season Index, indikator yang mengukur dominasi altcoin terhadap Bitcoin.

Indeks ini telah menembus angka 80, yang menunjukkan bahwa saat ini adalah "musim altcoin" periode ketika altcoin mengungguli Bitcoin dalam kinerja pasar.

Baca Juga: Orang Kaya RI Kian Minati Kripto, Porsi Investasi Naik Jadi 8 Persen

Altcoin seperti MYX Finance, MemeCore, OKB, Pudgy Penguins, Cronos, Story, dan Mantle menjadi penggerak utama kenaikan indeks tersebut. Peningkatan signifikan pada altcoin ini telah menarik perhatian investor ritel dan institusional, yang mencari potensi keuntungan lebih besar dibandingkan dengan aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum.

Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa lonjakan altcoin ini bisa diikuti oleh penarikan harga jika banyak investor memutuskan untuk merealisasikan keuntungan. Fenomena serupa pernah terjadi pada akhir Juli lalu, ketika indeks altcoin naik hingga 55 dan diikuti oleh koreksi tajam di sejumlah token.

Katalis positif lainnya datang dari dunia keuangan tradisional. Rex-Osprey, perusahaan pengelola investasi, dikabarkan akan meluncurkan ETF (Exchange Traded Fund) berbasis Dogecoin dan Ripple pada Kamis pekan ini. Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi kedua aset digital tersebut, karena menunjukkan minat pasar yang meningkat terhadap kripto sebagai produk investasi yang sah.

Berbeda dari ETF kripto sebelumnya, dana ini didasarkan pada Investment Company Act, yang memberikan perlindungan hukum dan struktur regulasi yang lebih ketat. Meski kemungkinan memiliki biaya yang lebih tinggi, ETF ini diharapkan dapat menarik investor konservatif yang sebelumnya ragu berinvestasi langsung di kripto.

Peluncuran ETF Dogecoin dan Ripple dinilai sebagai langkah awal menuju persetujuan ETF kripto yang lebih besar. Sejumlah pengamat pasar memperkirakan bahwa ETF utama untuk Bitcoin atau Ethereum dapat disetujui oleh regulator pada bulan Oktober mendatang, yang bisa menjadi pendorong harga berikutnya di pasar.

Adanya ETF resmi akan memungkinkan lembaga keuangan besar untuk masuk ke pasar kripto tanpa harus langsung memegang aset digital secara langsung, sehingga meningkatkan likuiditas dan legitimasi pasar secara keseluruhan.

Dari sisi lain, pasar juga tengah bersiap menghadapi tekanan dari jadwal unlock token besar-besaran minggu ini. Arbitrum, jaringan layer-2 terkemuka dalam ekosistem Ethereum, akan membuka token senilai lebih dari USD49,9 juta pada hari Senin. Sementara itu, ApeCoin juga dijadwalkan akan merilis token senilai USD9,69 juta.

Tidak hanya itu, proyek-proyek lain seperti Zetachain, Melania, LayerZero, Velo Finance, dan Kaito juga akan melakukan unlock token dalam jumlah besar. Unlock ini berpotensi meningkatkan tekanan jual dalam jangka pendek, karena investor awal atau tim pengembang mungkin akan melepas sebagian token mereka ke pasar.

Meskipun ada banyak kabar baik di pasar, investor tetap disarankan untuk berhati-hati. Pasar kripto tetap sangat volatil dan sensitif terhadap berita makroekonomi maupun kebijakan regulasi. Penguatan harga yang terjadi saat ini bisa saja berubah arah jika muncul kejutan dari regulator atau kondisi ekonomi global memburuk.

Namun secara keseluruhan, sentimen pasar pekan ini masih berada di zona positif, didorong oleh faktor fundamental yang kuat dan ekspektasi terhadap adopsi institusional yang semakin luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi