Ada Stimulus Ekonomi, IHSG Ditaksir Menguat ke Level 7.970-8.020
Yosi Winosa | 16 September 2025, 08:33 WIB

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa.
Optimisme ini dipicu oleh kombinasi sentimen domestik dan global yang diyakini akan mendorong kepercayaan investor.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebut salah satu faktor pendorong datang dari kebijakan pemerintah yang baru saja mengumumkan paket stimulus ekonomi 8+4+5.
“Diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji level 7.970–8.020,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Paket stimulus tersebut terdiri atas 8 program akselerasi tahun 2025, empat program berkelanjutan pada 2026, serta 5 program penyerapan tenaga kerja. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp16,23 triliun untuk mendukung program akselerasi di 2025.
Menurut Ratna, langkah ini diperkirakan akan mendapat apresiasi positif dari pasar dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka menengah dan panjang, respons investor akan sangat bergantung pada efektivitas pelaksanaan program tersebut.
“Implementasi yang tepat akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Dari sisi eksternal, pelaku pasar menantikan keputusan Federal Reserve (The Fed) yang hampir pasti memangkas suku bunga pada Rabu (17/9/2025) waktu setempat. Ekspektasi tersebut diperkuat oleh data yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS).
Selain itu, dinamika geopolitik juga ikut menjadi sorotan. Pejabat tinggi AS dan Tiongkok kembali menggelar pertemuan pada Senin (15/9/2025) untuk membahas kebijakan tarif serta tenggat waktu penjualan platform media sosial asal Tiongkok, TikTok.
Presiden AS Donald Trump menyebut pertemuan tersebut berlangsung positif, memberi harapan pada stabilitas hubungan dagang kedua negara.
Dari kawasan Eropa, investor mencermati data tingkat pengangguran Inggris periode Juli 2025 yang diperkirakan tetap di level 4,7%. Sementara itu, Jerman dijadwalkan merilis ZEW Economic Sentiment Index September 2025, yang diperkirakan turun ke level 25 dari 34,7 pada Agustus.
Penurunan ini mencerminkan kekecewaan pasar terhadap perkembangan kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan AS.
Kondisi pasar saham global juga memberi sinyal positif. Pada perdagangan Senin (15/9/2025), bursa saham Eropa ditutup mayoritas menguat. Euro Stoxx 50 naik 0,94%, indeks DAX Jerman menguat 0,21%, dan CAC Prancis melesat 0,92%. Hanya FTSE 100 Inggris yang melemah tipis 0,07%.
Wall Street turut mencatat kinerja positif di awal pekan. Indeks S&P 500 menguat 0,47% ke 6.615,31, Nasdaq Composite melonjak 0,94% ke 22.348,75, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,11% atau 220,42 poin ke 45.884,19. Penguatan ini didorong optimisme investor terhadap prospek pemangkasan suku bunga The Fed.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










