Akurat

Jangan Ketinggalan! Ini Cara Cek dan Prediksi Saham IPO Paling Panas September 2025

Shalli Syartiqa | 8 September 2025, 11:15 WIB
Jangan Ketinggalan! Ini Cara Cek dan Prediksi Saham IPO Paling Panas September 2025

AKURAT.CO ​Memasuki bulan September 2025, pasar modal Indonesia kembali diramaikan dengan berbagai penawaran umum perdana (IPO) saham yang menarik perhatian investor. ​

Bagi Anda yang ingin mendapatkan keuntungan dari saham perdana, penting untuk mengetahui cara mengecek saham IPO yang akan datang. ​

Berikut panduan lengkap mengecek saham IPO di bulan September 2025, termasuk daftar perusahaan yang berpotensi melantai dan tips investasi yang cerdas.

Sumber Informasi Saham IPO

​​Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai jadwal dan daftar saham yang akan IPO, investor dapat mengakses beberapa sumber terpercaya​.

1. Website Resmi Bursa Efek Indonesia (BEI)

​Situs resmi Bursa Efek Indonesia (idx.co.id) menyediakan menu "Pencatatan Perdana" yang menampilkan daftar emiten yang akan melakukan IPO. ​Investor dapat mengunjungi situs ini untuk melihat informasi terbaru.

2. Situs e-IPO

​Situs e-IPO (e-ipo.co.id) juga merupakan platform penting untuk mengecek jadwal dan informasi IPO. ​

Di situs ini, investor dapat menemukan detail mengenai rentang harga bookbuilding dan jumlah saham yang ditawarkan.

3. Aplikasi Sekuritas

​Aplikasi sekuritas, seperti Ajaib dan M-STOCK dari Mirae Asset Sekuritas, menyediakan fitur e-IPO yang memudahkan investor untuk memantau dan membeli saham IPO secara digital. ​

Aplikasi ini juga seringkali menyajikan analisis emiten dan transaksi real-time.

Saham IPO yang Perlu Diperhatikan di September 2025

​Beberapa perusahaan besar, terutama dari grup konglomerasi ternama, dikabarkan siap menggelar IPO dengan nilai emisi jumbo di tahun 2025.

1. PT Merdeka Gold Resources (EMAS)

​Anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini akan melantai di Bursa Efek Indonesia pada September 2025 dan digadang-gadang akan menjadi IPO terbesar tahun ini.

PT Merdeka Gold Resources yang akan menggunakan kode saham EMAS, menawarkan maksimal 1,61 miliar saham atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Harga IPO perusahaan pengelola tambang emas ini dipatok di kisaran Rp1.800–Rp3.020 per saham, dengan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 17–19 September 2025. ​

Total dana yang diharapkan bisa mencapai Rp4,88 triliun, yang sebagian besar akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja proyek tambang emas Pani. ​

Proyek Emas Pani di Gorontalo memiliki potensi besar dengan kandungan lebih dari 7 juta ounces emas.

2. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

​PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) telah memulai proses bookbuilding sejak 19 Juni 2025 dengan rencana pencatatan saham di BEI pada 8 Juli 2025. ​

CDIA menawarkan sebanyak 12,48 miliar saham baru, setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, dengan rentang harga penawaran awal Rp170 hingga Rp190 per saham.

​Dana yang berpotensi dihimpun mencapai Rp2,37 triliun, yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha dan pengembangan infrastruktur energi.

CDIA dimiliki oleh TPIA (66,67%) dan Phoenix Power B.V. ​(33,33%), yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu.

3. Perusahaan Lain dalam Pipeline IPO

​Hingga 29 Agustus 2025, Bursa Efek Indonesia mencatat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO. ​Tiga di antaranya merupakan perusahaan beraset skala besar (di atas Rp250 miliar), sementara empat lainnya beraset skala menengah (antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar). ​

Sektor-sektor yang diwakili meliputi industrial (dua perusahaan), basic materials (satu perusahaan), consumer non-cyclicals (satu perusahaan), dan finansial (satu perusahaan). ​

Beberapa nama besar yang juga dikabarkan akan IPO meliputi anak usaha PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan anak usaha Grup Jhohlin milik Haji Isam.

 

Proses Pembelian Saham IPO Melalui Aplikasi Sekuritas

​Aplikasi seperti Ajaib atau M-STOCK menyederhanakan proses pembelian saham IPO.

1. Unduh aplikasi, buat akun jika belum ada, dan pastikan akun terverifikasi serta memiliki saldo Rekening Dana Nasabah (RDN) yang cukup.

2. ​Buka aplikasi, temukan bagian "E-IPO" atau "e-IPO" di Beranda atau halaman "Market", lalu pilih saham IPO yang diinginkan.

3. Baca prospektus dan informasi penting lainnya dengan seksama. ​Masukkan jumlah lot yang ingin dibeli, centang pernyataan persetujuan (Syarat & Ketentuan), lalu klik tombol "Pesan".

​Dengan mengikuti panduan ini, investor diharapkan dapat mengambil keputusan investasi yang lebih matang dan menguntungkan dalam gelombang IPO September 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.