Arti Cut Loss dalam Investasi: Pengertian, Strategi, dan Cara Tepat Menerapkannya

AKURAT.CO Cut loss adalah istilah yang wajib dipahami setiap investor, baik di saham maupun kripto. Meski terdengar sederhana, strategi ini berperan besar dalam menjaga modal dan kesehatan portofolio. Sayangnya, banyak investor pemula masih enggan melakukan cut loss karena harapan harga akan pulih kembali.
Padahal, tanpa disiplin cut loss, kerugian kecil bisa berubah menjadi kerugian besar yang sulit ditutup. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu cut loss, mengapa penting, strategi penerapannya, hingga kesalahan yang harus dihindari.
Apa Itu Cut Loss dalam Investasi?
Secara sederhana, cut loss adalah tindakan menjual aset investasi ketika harga turun hingga batas tertentu yang sudah ditentukan investor.
Tujuan utamanya adalah membatasi kerugian agar tidak semakin membesar.
Contoh: jika investor membeli saham seharga Rp1.000 dan menetapkan batas cut loss 10%, maka saham akan dijual otomatis ketika harganya turun ke Rp900.
Dengan strategi ini, dana bisa segera dialihkan ke aset lain yang lebih menjanjikan, terutama pada pasar cepat seperti saham dan kripto.
Mengapa Cut Loss Penting?
Ada beberapa alasan mengapa investor sebaiknya menerapkan cut loss sejak awal:
1. Mencegah Kerugian Lebih Besar
Kerugian kecil yang diabaikan bisa berubah menjadi kerugian besar. Cut loss membuat investor disiplin mengendalikan risiko.
2. Menjaga Likuiditas Portofolio
Dengan menjual aset yang merugi, dana bisa digunakan kembali untuk investasi lain yang lebih potensial.
3. Melatih Disiplin Emosional
Keputusan menjual sering dipengaruhi rasa takut atau harapan. Cut loss melatih investor tetap rasional sesuai rencana.
4. Mengurangi Risiko Portofolio Secara Keseluruhan
Kerugian besar pada satu aset dapat menyeret kinerja portofolio. Cut loss mencegah efek domino ini.
Cara Menerapkan Cut Loss yang Tepat
Agar strategi cut loss efektif, perhatikan langkah-langkah berikut:
1. Tentukan Batas Kerugian Sejak Awal
Biasanya antara 5–10% dari modal, tergantung profil risiko masing-masing investor.
2. Manfaatkan Fitur Stop-Loss Order
Banyak aplikasi saham dan kripto menyediakan fitur jual otomatis ketika harga menyentuh level tertentu.
3. Rutin Memantau Kondisi Pasar
Faktor global, kebijakan pemerintah, dan sentimen pasar dapat memengaruhi harga aset.
4. Evaluasi Portofolio Secara Berkala
Lakukan evaluasi agar keputusan cut loss bisa diambil sebelum kerugian melebar.
5. Susun Rencana Investasi yang Jelas
Rencana ini harus mencakup kapan masuk (buy) dan kapan keluar (sell), termasuk batas cut loss.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Cut Loss
Banyak investor pemula terjebak dalam kesalahan berikut:
-
Mengabaikan rencana cut loss dengan harapan harga pulih.
-
Membiarkan emosi memengaruhi keputusan.
-
Tidak menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar terkini.
Hindari kesalahan ini agar cut loss benar-benar membantu melindungi modal Anda.
Kesimpulan
Cut loss adalah strategi penting untuk membatasi kerugian, menjaga likuiditas, dan melatih disiplin dalam berinvestasi.
Dengan menerapkannya secara konsisten, investor bisa melindungi modal sekaligus membuka peluang untuk meraih keuntungan lebih besar di masa depan.
Mulailah disiplin sejak sekarang: tentukan batas cut loss, gunakan fitur stop-loss, dan evaluasi portofolio secara berkala.
Baca Juga: 3 Tips Investasi Properti Biar Cuan Selalu Maksimal
Baca Juga: Tawarkan Keuntungan Berlimpah, Simak 10 Tips Investasi Bitcoin
FAQ
1. Apa arti cut loss dalam investasi?
Cut loss adalah strategi menjual aset seperti saham atau kripto ketika harganya turun hingga batas tertentu untuk mencegah kerugian lebih besar.
2. Kapan sebaiknya investor melakukan cut loss?
Cut loss sebaiknya dilakukan ketika harga aset turun sesuai batas kerugian yang sudah ditentukan sejak awal, biasanya 5–10% dari modal.
3. Apa perbedaan cut loss dengan stop loss?
Cut loss dilakukan secara manual oleh investor, sedangkan stop loss adalah fitur otomatis yang menjual aset ketika harga menyentuh level tertentu.
4. Mengapa banyak investor pemula enggan melakukan cut loss?
Karena dipengaruhi emosi, terutama rasa takut kehilangan uang dan harapan harga akan kembali naik. Padahal, menunda cut loss bisa membuat kerugian semakin besar.
5. Apakah cut loss selalu merugikan investor?
Tidak. Cut loss justru melindungi modal dan menjaga kesehatan portofolio agar dana bisa dialihkan ke aset yang lebih potensial.
6. Bagaimana cara menentukan batas cut loss yang ideal?
Batas cut loss ditentukan berdasarkan profil risiko, strategi investasi, dan volatilitas aset. Umumnya berkisar antara 5–10%.
7. Apakah cut loss berlaku untuk semua instrumen investasi?
Ya, strategi ini bisa diterapkan di saham, kripto, forex, bahkan reksa dana. Namun, cara penerapannya bisa berbeda tergantung instrumen.
8. Apa kesalahan umum investor saat menerapkan cut loss?
Kesalahan yang sering terjadi adalah menunda penjualan karena berharap harga pulih, tidak disiplin mengikuti rencana, atau tidak menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar.
9. Bagaimana cut loss bisa membantu menjaga portofolio investasi?
Dengan membatasi kerugian pada satu aset, cut loss mencegah dampak negatif yang bisa menyeret kinerja seluruh portofolio.
10. Apakah cut loss cocok untuk investor jangka panjang?
Ya, bahkan untuk investor jangka panjang, cut loss tetap penting agar modal tidak tergerus terlalu dalam dan strategi investasi tetap terjaga.
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









