OJK Imbau Investor Pasar Modal Bijak Sikapi Dinamika Sosial Politik

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan para investor di pasar modal Indonesia untuk tetap bersikap bijak dalam mengambil keputusan investasi, khususnya di tengah kondisi sosial dan politik yang tengah dinamis.
Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9/2025).
Inarno menegaskan bahwa keputusan investasi tidak seharusnya didasarkan pada rumor atau isu yang tidak memiliki dasar fakta. Menurutnya, beredarnya informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial, dapat memengaruhi psikologis pasar dan mendorong investor mengambil langkah spekulatif yang berisiko.
“Saya mengimbau para investor agar betul-betul bijak dalam berinvestasi. Jangan mendasarkan keputusan hanya pada rumor, tetapi pada data dan informasi faktual. Itu yang paling penting dalam kondisi saat ini,” ujar Inarno.
Baca Juga: Beda Nasib LQ45 dan S&P 500
Dirinya juga menambahkan bahwa investor dan pelaku usaha di pasar modal perlu tetap percaya diri menghadapi gejolak yang ada. Optimisme, kata dia, merupakan modal penting untuk menjaga stabilitas pasar di tengah perubahan persepsi dan dinamika global maupun domestik.
“Tetap percaya diri bahwa kita akan terus maju ke depan. Kondisi saat ini harus disikapi dengan kepala dingin dan perhitungan yang matang,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada awal pekan ini lebih disebabkan oleh persepsi investor asing terhadap situasi politik dan sosial di Indonesia. Ia menegaskan, dari sisi fundamental, pasar modal nasional masih berada dalam kondisi yang solid.
Menurut Iman, salah satu indikator kekuatan fundamental pasar terlihat dari bertambahnya jumlah emiten Indonesia yang masuk ke dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Masuknya emiten-emiten tersebut mencerminkan kepercayaan global terhadap kualitas dan daya saing perusahaan publik di Tanah Air.
“Kondisi saham itu kan ada dua hal: fundamental dan persepsi. MSCI kita malah bertambah emiten, artinya fundamentalnya kuat. Yang terjadi saat ini memang lebih pada persepsi investor asing,” jelas Iman.
Berdasarkan data BEI, IHSG pada sesi pertama perdagangan Senin (1/9) ditutup melemah 59,51 poin atau 0,76% ke level 7.770,98. Indeks LQ45, yang mencatat pergerakan 45 saham unggulan, juga turun 5,92 poin atau 0,74% ke posisi 791,20.
Adapun total frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 1,52 juta kali dengan volume perdagangan mencapai 24,14 miliar lembar saham. Nilai transaksi pada sesi tersebut menembus Rp14,67 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 158 saham menguat, 549 saham melemah, dan 99 saham stagnan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan dari sentimen eksternal maupun isu politik dalam negeri, aktivitas perdagangan di pasar modal masih berlangsung dengan likuiditas yang cukup tinggi. Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa investor domestik tetap memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas bursa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








