Akurat

Paylater dan Risiko Skor Kredit

Hefriday | 31 Agustus 2025, 23:18 WIB
Paylater dan Risiko Skor Kredit

AKURAT.CO Layanan paylater kini semakin diminati masyarakat karena kemudahannya dalam memberikan akses belanja tanpa harus membayar secara langsung.

Fitur cicilan instan ini kerap menjadi solusi praktis bagi banyak orang, terutama generasi muda yang gemar berbelanja daring.

Namun, di balik kenyamanan tersebut, paylater menyimpan sejumlah risiko yang dapat berdampak serius pada kondisi keuangan pribadi. Salah satunya adalah pengaruh terhadap skor kredit seseorang. Tanpa perencanaan yang matang, penggunaan paylater justru bisa merugikan di kemudian hari.

Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (31/8/2025), salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah keterlambatan pembayaran tagihan. Setiap kali pembayaran melewati batas waktu, hal itu otomatis tercatat dalam riwayat kredit. 

Rekam jejak negatif ini menjadi sinyal buruk bagi lembaga keuangan yang menilai kemampuan seseorang dalam mengelola kewajiban finansial. Jika keterlambatan sering berulang, peluang untuk mengajukan pinjaman baru di masa depan pun bisa tertolak.
 

Selain keterlambatan, penggunaan paylater secara berlebihan juga dapat menjadi bumerang. Ketika pengeluaran melebihi kapasitas finansial, lembaga keuangan akan menilai pola konsumsi tersebut sebagai tanda lemahnya kemampuan mengatur keuangan.
 
Dampaknya, skor kredit bisa menurun dan akses terhadap kredit dengan bunga rendah maupun limit besar semakin sulit diperoleh.

Faktor lain yang patut diwaspadai adalah tingginya rasio utang. Meski paylater sering dianggap ringan karena bisa dibayar kemudian, layanan ini tetap tergolong sebagai utang.
 
Jika jumlah cicilan paylater terlalu besar dibandingkan dengan penghasilan, rasio utang akan terlihat tidak sehat. Kondisi ini biasanya dipandang negatif oleh lembaga keuangan karena menunjukkan ketergantungan pada pinjaman.

Tak hanya itu, menutup akun paylater secara mendadak juga berpotensi menurunkan skor kredit. Sebab, dengan menutup akun, riwayat pembayaran tepat waktu yang sebelumnya bisa menjadi poin positif akan terhenti. Riwayat kredit yang lebih singkat cenderung menurunkan penilaian, sehingga skor kredit seseorang bisa ikut terdampak.

Dari sisi lain, paylater sebenarnya bisa memberikan manfaat apabila digunakan secara bijak. Misalnya, untuk kebutuhan mendesak atau transaksi yang benar-benar terencana. Dengan catatan, pengguna harus disiplin membayar tepat waktu agar riwayat kredit tetap sehat dan memberikan nilai positif.

Pakar keuangan menekankan, paylater bukanlah “uang tambahan” melainkan bentuk utang yang wajib dibayar. Karena itu, pengguna harus mengatur agar cicilan tidak lebih dari 30% dari total penghasilan bulanan. Batas aman ini membantu menjaga rasio utang tetap sehat dan tidak membebani keuangan jangka panjang.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk tidak tergoda promo belanja yang mendorong penggunaan paylater tanpa perhitungan.
 
Menentukan prioritas kebutuhan, membuat anggaran bulanan, serta disiplin menjalankannya menjadi langkah penting agar paylater tidak menjerumuskan ke masalah finansial.

Penggunaan paylater memang menawarkan kemudahan, tetapi juga membawa risiko besar jika tidak dikelola dengan hati-hati. Keterlambatan pembayaran, konsumsi berlebihan, rasio utang tinggi, hingga penutupan akun mendadak bisa berdampak buruk pada skor kredit. 
 
Oleh karena itu, bijaklah dalam memanfaatkan paylater agar manfaatnya terasa tanpa mengorbankan kesehatan finansial di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa