Sri Mulyani Jadikan Pajak Sebagai Motor Transformasi Ekonomi

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan peran strategis pajak sebagai instrumen utama dalam mendukung pertumbuhan dan transformasi ekonomi nasional.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, arah kebijakan fiskal tahun 2026 tidak hanya menekankan pada peningkatan penerimaan negara, tetapi juga mendorong penciptaan nilai tambah ekonomi jangka panjang.
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, penerimaan perpajakan dipatok sebesar Rp2.692 triliun, tumbuh 12,8% dibandingkan proyeksi tahun ini. Dari jumlah tersebut, penerimaan pajak ditargetkan Rp2.357,7 triliun, sementara kepabeanan dan cukai sebesar Rp334,3 triliun.
Baca Juga: Dorong Pembangunan 770.000 Rumah Rakyat, Menkeu Sri Alokasikan Dana Hingga Rp 57,5 Triliun di 2026
Rasio pajak tahun depan juga ditargetkan meningkat menjadi 10,47% dari produk domestik bruto (PDB), naik dari proyeksi 2025 yang sebesar 10,03%. Kenaikan ini diharapkan memperkuat kapasitas fiskal negara untuk membiayai program pembangunan dan mempercepat transformasi ekonomi.
“Instrumen perpajakan bukan hanya soal penerimaan. Pajak juga akan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi transformasi,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Jumat.
Transformasi ekonomi dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada sektor tradisional dan memperluas basis produksi yang berorientasi pada nilai tambah. Pemerintah menargetkan investasi tumbuh 5,2% tahun depan, dengan dukungan insentif serta penguatan kawasan ekonomi.
Baca Juga: Menkeu Sri: Pemberdayaan Warga Miskin Jadi Prioritas Utama Pemerintah
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% pada 2026. Target tersebut dipandang sebagai fondasi menuju cita-cita Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pertumbuhan mencapai 8%.
Melalui kebijakan fiskal yang seimbang antara penerimaan pajak dan insentif investasi, pemerintah berharap dapat menciptakan iklim usaha yang kompetitif sekaligus menjamin keberlanjutan pembangunan.
“Pajak dan investasi akan kami jaga dengan seimbang agar mampu mendukung transformasi ekonomi Indonesia,” ujar Sri Mulyani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa







