AKURAT.CO Penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran kini tidak lagi sebatas spekulasi atau investasi digital.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi blockchain dan meningkatnya adopsi mata uang kripto di berbagai sektor, membayar sewa properti dengan Bitcoin telah menjadi kenyataan.
Inovasi ini semakin diminati, terutama di kalangan pekerja jarak jauh dan komunitas nomaden digital yang membutuhkan fleksibilitas pembayaran lintas negara.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana cryptocurrency berkembang dari sekadar aset digital menjadi instrumen keuangan praktis yang mulai diintegrasikan ke kehidupan sehari-hari.
Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (9/8/2025), sejumlah kota besar dunia kini membuka diri terhadap pembayaran sewa berbasis Bitcoin, menawarkan alternatif baru yang lebih efisien dan transparan dibanding sistem konvensional.
Kemudahan ini dimungkinkan berkat kemunculan platform penyewaan berbasis blockchain yang mengandalkan kontrak pintar (smart contract) untuk mengelola transaksi.
Teknologi ini memungkinkan perjanjian sewa diotomatisasi, proses pembayaran dipercepat, dan sengketa diminimalkan. Semua dilakukan dalam sistem yang transparan dan aman.
Adopsi Bitcoin untuk pembayaran sewa pun terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan metode pembayaran lintas batas yang lebih hemat dan cepat.
Transaksi menggunakan Bitcoin memungkinkan penyewa internasional menghindari biaya konversi mata uang dan ongkos kirim lintas bank yang selama ini membebani pembayaran properti lintas negara.
Data dari YCharts menunjukkan, rata-rata biaya transaksi Bitcoin per 27 Juli 2025 hanya sekitar USD1,064, jauh lebih rendah dibandingkan biaya transfer antarnegara dengan sistem keuangan tradisional.
Namun, seperti halnya penggunaan kripto di sektor lain, pembayaran sewa dengan Bitcoin tetap mengandung tantangan, terutama terkait fluktuasi harga dan regulasi di masing-masing negara.
Nilai Bitcoin yang dapat berubah dalam hitungan jam membuat penyewa dan pemilik properti harus bersepakat pada nilai tukar atau menggunakan layanan pihak ketiga untuk konversi secara otomatis demi menghindari kerugian nilai.
5 Kota Legalkan Bitcoin Untuk Transaksi Properti
1. Miami, AS
Meski demikian, sejumlah kota di dunia telah membuktikan bahwa tantangan ini bukan hambatan mutlak. Di Miami, Amerika Serikat, misalnya, pemerintah kota bahkan mendorong adopsi kripto secara terbuka.
Beberapa proyek hunian mewah di kawasan Brickell dan Wynwood telah menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran. Meski sebagian transaksi dilakukan melalui negosiasi langsung, praktik ini menjadi simbol kuat penerimaan kota terhadap ekonomi digital.
2. Lisbon, Portugal
Lisbon di Portugal juga menjadi magnet bagi para nomaden digital. Pemerintahnya memberikan panduan hukum jelas untuk transaksi properti berbasis kripto.
Pada pertengahan 2025, platform RentRemote mulai menerima Bitcoin untuk pembayaran sewa, didukung oleh BitPay. Meskipun hukum mengharuskan konversi akhir ke euro, fleksibilitas pembayaran tetap menjadi daya tarik utama di kota yang dikenal ramah terhadap pekerja digital ini.
3. Berlin, Jerman
Di Berlin, Jerman, walaupun pembelian properti menggunakan kripto dilarang sejak 2023, pembayaran sewa tetap dapat dilakukan dengan Bitcoin. Platform seperti Flatio bahkan mengakomodasi transaksi sewa jangka pendek dengan kripto.
Proses ini dilakukan dengan perantara yang mengonversi Bitcoin ke euro sebelum diteruskan ke pemilik properti, tetap mematuhi ketentuan hukum sambil memberikan kenyamanan kepada pengguna kripto.
4. Toronto, Kanada
Toronto di Kanada juga masuk dalam daftar kota yang mulai mendukung pembayaran sewa properti dengan Bitcoin.
Meskipun belum menyeluruh, beberapa layanan sewa telah menawarkan sistem konversi otomatis agar penyewa dapat membayar dalam kripto sementara pemilik menerima fiat. Sistem ini menciptakan jembatan antara teknologi baru dan sistem keuangan konvensional, tanpa menghilangkan nilai kepraktisan dari pembayaran digital.
5. Paris, Prancis
Sementara itu, Paris menunjukkan perkembangan signifikan dalam mengadopsi pembayaran sewa properti dengan Bitcoin. Sejak 2014, agen properti Lodgis telah menerima Bitcoin untuk pembayaran biaya agen.
Kini, sejumlah platform di Prancis juga mulai memfasilitasi perjanjian sewa berbasis kripto, bekerja sama dengan notaris resmi untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum keuangan setempat.
Secara umum, meningkatnya penerimaan terhadap Bitcoin di sektor properti mencerminkan transformasi global dalam cara orang bertransaksi. Di era digital ini, efisiensi, keamanan, dan akses global menjadi kunci dalam memilih metode pembayaran.
Bitcoin menjawab kebutuhan tersebut melalui ekosistem yang terdesentralisasi dan tidak terikat oleh batasan geografis atau perbankan tradisional.
Namun demikian, pemanfaatan kripto untuk keperluan sewa properti tetap membutuhkan pertimbangan matang. Penyewa dan pemilik properti harus memahami risiko volatilitas nilai, serta mencari solusi legal yang sesuai dengan yurisdiksi masing-masing.
Keterbukaan dalam negosiasi dan kejelasan kontrak tetap menjadi fondasi penting agar pembayaran sewa dengan kripto berjalan lancar.
Dengan semakin matangnya infrastruktur blockchain dan bertambahnya kota-kota yang membuka diri terhadap inovasi keuangan digital, membayar sewa properti dengan Bitcoin tampaknya bukan lagi tren sementara, melainkan bagian dari masa depan transaksi global.