Akurat

Banyak Lowongan Kerja Palsu Beredar via WhatsApp, Kenali Ciri-cirinya Agar Tidak Tertipu

Naufal Lanten | 7 Agustus 2025, 18:54 WIB
Banyak Lowongan Kerja Palsu Beredar via WhatsApp, Kenali Ciri-cirinya Agar Tidak Tertipu

AKURAT.CO Penipuan berkedok lowongan kerja kini semakin canggih. Modusnya menyasar anak muda lewat WhatsApp, menawarkan pekerjaan mudah dengan gaji menggiurkan. Tapi hati-hati, di balik pesan “rekrutmen” itu, bisa jadi kamu sedang dijebak.

Jadi, bagaimana cara membedakan antara lowongan asli dan jebakan penipu? Simak delapan ciri umum penipuan lowongan kerja di WhatsApp berikut ini, lengkap dengan tips menghindarinya.


1. Dikirimi Lowongan Kerja Padahal Tidak Pernah Melamar

Kalau tiba-tiba dapat pesan seperti, “Kami dari HRD Jobstreet, apakah Anda tertarik dengan pekerjaan paruh waktu?”, padahal kamu nggak pernah apply di platform itu — besar kemungkinan itu penipuan.

Perusahaan resmi biasanya tidak menghubungi kandidat secara acak tanpa proses seleksi atau lamaran terlebih dahulu.


2. Janji Gaji Tinggi, Tugasnya Gampang Banget?

Hati-hati kalau kamu ditawari gaji Rp1 juta per hari hanya dengan menyukai video atau memberikan review palsu. Penipu memanfaatkan keinginan orang untuk mendapatkan uang cepat dari tugas ringan.

Ingat, kalau tawarannya terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan, bisa jadi memang tidak nyata.


3. Diminta Data Pribadi Sensitif

Kalau mereka langsung minta nomor KTP, rekening bank, atau bahkan PIN kartu kredit, langsung waspada.

Perusahaan asli akan meminta data sesuai tahap seleksi, bukan langsung minta data sensitif tanpa proses yang jelas. Data itu bisa disalahgunakan untuk kejahatan digital.


4. Nomor WhatsApp Asing dan Email Gratisan

Lowongan resmi biasanya dikirim dari email perusahaan (misalnya: @perusahaan.co.id), bukan dari @gmail.com atau @yahoo.com.

Kalau kamu dapat pesan dari nomor asing atau akun tanpa identitas resmi, apalagi pakai foto profil random, jangan langsung percaya.


5. Diminta Transfer Uang atau Deposit

Modus klasik yang masih sering memakan korban. Kamu akan diminta membayar biaya pelatihan, administrasi, atau bahkan "jaminan kerja".

Catat: perusahaan legal tidak pernah meminta uang dari pelamar kerja.


6. Bahasa Pesan Berantakan dan Tidak Profesional

Perhatikan gaya bahasanya. Banyak kesalahan ketik, terjemahan aneh, atau kalimat yang terasa seperti hasil Google Translate? Itu red flag.

Perusahaan beneran pasti berkomunikasi secara profesional, bahkan dalam pesan singkat.


7. Disuruh Cepat-cepat Ambil Keputusan

Penipu suka main “kejar-kejaran waktu”, misalnya dengan bilang: “Slot tinggal 1 orang, daftar sekarang atau kesempatan hilang.”

Taktik ini bikin kamu panik dan nggak sempat verifikasi. Padahal, perusahaan resmi selalu memberi waktu cukup untuk mempertimbangkan tawaran kerja.


8. Disuruh Pindah ke Grup Telegram atau Platform Lain

Biasanya, korban akan dimasukkan ke grup Telegram yang terlihat ramai dan aktif. Tapi ternyata semua itu sandiwara — akun lain bisa jadi bagian dari sindikat.

Setelah itu, kamu akan diarahkan mentransfer uang untuk tugas berbayar, yang hasilnya? Nihil.


Baca Juga: Pramono Buka 1.000 Lowongan Petugas Damkar, KTP Luar Jakarta Bisa Daftar

Baca Juga: xAI Elon Musk Buka Lowongan untuk Ciptakan Gadis Anime Virtual

Tips Menghindari Penipuan Lowongan Kerja di WhatsApp

Cek identitas pengirim:
Gunakan aplikasi pelacak nomor seperti Truecaller, atau langsung cari tahu lewat situs resmi perusahaan.

Lakukan riset perusahaan:
Kunjungi situs resmi dan halaman kariernya. Cocokkan kontak yang digunakan dengan informasi resmi mereka.

Manfaatkan fitur keamanan WhatsApp:
Gunakan fitur seperti Safety Overview untuk mengecek siapa yang mengundang kamu ke grup, dan segera keluar dari grup mencurigakan.


Jangan Jadi Korban! Ini Kesimpulannya

Modus penipuan lowongan kerja via WhatsApp makin licik dan menyasar generasi muda. Gaji besar, proses instan, dan janji-janji manis hanyalah umpan. Dengan mengenali ciri-ciri di atas dan tetap skeptis terhadap tawaran yang mencurigakan, kamu bisa selamat dari jebakan.

Kalau kamu tertarik dengan info seputar karier, kerja online, dan keamanan digital, pantau terus update terbaru dari Akurat.co ya!

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN 2025: BNI Buka Rekrutmen untuk Lulusan IT

Baca Juga: Pelecehan Seksual Bermodus Lowongan Kerja, Menteri PPPA: Pemerintah Akan Kawal hingga Tuntas!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.