Akurat

Rahasia Cepat Bebas Utang, 5 Langkah Nyata dan Efektif Untuk Kamu Coba!

Yosi Winosa | 4 Agustus 2025, 22:28 WIB
Rahasia Cepat Bebas Utang, 5 Langkah Nyata dan Efektif Untuk Kamu Coba!

AKURAT.CO Utang atau pinjaman adalah kewajiban yang harus dibayar karena adanya transaksi pembelian barang atau jasa secara kredit, dengan batas waktu pelunasan yang telah disepakati.

Memiliki utang sering kali menjadi beban yang berat, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga secara mental dan emosional. Rasa cemas, tekanan pikiran, hingga gangguan kualitas hidup bisa muncul jika utang tidak segera tertangani.

Karena itu, sangat penting untuk mengelola pendapatan dan pengeluaran dengan perencanaan keuangan yang komprehensif dan realistis. Disiplin dalam menjalankan rencana tersebut adalah kunci agar beban utang tidak semakin menumpuk dan bisa dilunasi dengan lebih cepat dan tenang.

5 Cara Efektif Melunasi Utang dengan Mudah dan Cepat

Melunasi utang bisa terasa menantang, terutama jika beban keuangan sudah menumpuk. Namun, dengan strategi yang tepat, kamu bisa menyelesaikannya secara bertahap dan lebih tenang. Berikut 5 langkah efektif yang bisa kamu coba:

1. Buat Anggaran Keuangan yang Realistis

Langkah pertama adalah menyusun anggaran keuangan yang detail dan realistis. Catat seluruh pendapatan dan pengeluaran bulanan secara rinci untuk mengetahui kemana saja uangmu mengalir.

Baca Juga: MDKA Siap Lunasi Surat Utang Rp2,2 Triliun Lebih, Jatuh Tempo 7 Agustus 2025

Dengan melihat gambaran ini secara visual, kamu bisa mengidentifikasi pos pengeluaran yang bisa ditekan, lalu mengalokasikan lebih banyak dana untuk pembayaran utang. Konsistensi dalam mengikuti anggaran adalah kunci utama.

2. Tingkatkan Pendapatan dengan Sumber Tambahan

Selain mengatur pengeluaran, kamu juga bisa mempercepat pelunasan utang dengan menambah penghasilan. Caranya bisa melalui pekerjaan paruh waktu, freelance, berjualan online, atau memonetisasi hobi.

Pendapatan tambahan ini bisa langsung kamu salurkan untuk melunasi utang tanpa mengganggu kebutuhan pokok lainnya.

3. Gunakan Metode Snowball atau Avalanche

Tentukan strategi pelunasan yang paling cocok untukmu, seperti beberapa cara berikut ini:

  • Metode Snowball: Prioritaskan melunasi utang dengan nominal terkecil lebih dulu. Setiap kali satu utang lunas, kamu akan merasakan pencapaian yang memotivasi untuk lanjut ke utang berikutnya.

  • Metode Avalanche: Fokus pada pelunasan utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu. Ini adalah cara yang paling efisien secara matematis karena mengurangi total bunga yang dibayar.

Pilih metode yang paling sesuai dengan kondisi finansial dan gaya manajemen keuanganmu.

4. Jual Barang yang Sudah Tidak Terpakai

Coba lihat kembali isi rumahmu, apakah ada barang yang sudah tidak digunakan tapi masih layak pakai. Barang-barang seperti pakaian, gadget, alat rumah tangga, atau furnitur bisa dijual melalui platform online.

Selain menghasilkan dana tambahan untuk melunasi utang, rumah pun jadi lebih rapi dan minim stres karena tidak dipenuhi barang yang tidak diperlukan.

5. Hindari Menambah Utang Baru

Agar proses pelunasan berjalan efektif, kamu harus menghentikan kebiasaan mengambil utang baru. Hindari penggunaan kartu kredit secara konsumtif dan tunda pembelian besar yang tidak mendesak.

Fokuslah pada penyelesaian utang yang ada terlebih dahulu. Disiplin dalam hal ini akan menjaga stabilitas keuanganmu ke depannya.

Jenis-Jenis Utang Berdasarkan Jangka Waktunya

Dalam dunia keuangan, utang dapat diklasifikasikan berdasarkan jangka waktu pelunasannya. Klasifikasi ini penting untuk mengetahui seberapa cepat kewajiban tersebut harus diselesaikan. Berikut penjelasannya:

1. Utang Jangka Pendek

Hutang jenis ini harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun sejak tanggal neraca. Contoh uutang jangka pendek antara lain:

  • Utang dagang
  • Utang gaji
  • Pinjaman kas jangka pendek

Jenis Utang ini umumnya digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari.

2. Utang Jangka Menengah

Utang jangka menengah biasanya memiliki jangka waktu pelunasan antara 1 hingga 10 tahun. Perusahaan atau individu menggunakan jenishutang ini ketika membutuhkan pembiayaan yang tidak terlalu pendek namun juga belum masuk kategori jangka panjang. Misalnya untuk:

  • Pembelian kendaraan operasional
  • Investasi alat produksi berskala menengah

3. Utang Jangka Panjang

Jenis utang ini memiliki jangka waktu pelunasan lebih dari 10 tahun. Umumnya digunakan untuk pembiayaan berskala besar seperti:

  • Pembangunan infrastruktur
  • KPR (Kredit Pemilikan Rumah)
  • Investasi properti atau pabrik

Karena jumlah pinjaman yang besar, pelunasan dilakukan secara bertahap melalui cicilan sesuai perjanjian.


Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.