Investasi Semester I 2025 Tembus Rp942,9 T, Rosan: Harus Optimis Capai Target!

AKURAT.CO Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimis target realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun dapat tercapai.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyebut pada semester kedua akan ada investasi lain yang akan masuk ke Indonesia.
"Dan kami meyakini di semester kedua ini, angkanya ini akan terus berjalan sesuai dengan target kami,” kata Rosan saat konferensi pers, Selasa (29/7/2025).
Rosan menjelaskan, keyakinan adanya investasi yang masuk bukan sekadar bualan belaka. Sebab, dirinya sudah melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu
Baca Juga: BKPM: Investasi Hilirisasi Kuartal II-2025 Capai Rp144,5 Triliun
Anggito, kata Rosan menyampaikan bahwa barang modal yang masuk ke Indonesia terutama di dalam dua bulan terakhir ini sangat-sangat tinggi.
“Sehingga ini kan dampaknya akan masuk kepada bulan-bulan berikutnya, kepada semester berikutnya." ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi semester I-2025 mencapai Rp942,9 triliun atau naik 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Rosan menyebut capaian ini telah memenuhi hampir separuh dari target tahunan sebesar Rp1.905,6 triliun.
“Realisasi investasi di semester pertama ini adalah Rp942,9 triliun atau peningkatan 13,6 persen. Dan ini sangat sesuai dengan rencana yang kita jalankan," kata Rosan dalam konferensi pers, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga: Revisi Tiga Aturan BKPM Didorong Demi Capai Target Investasi Rp13.000 T
Rosan menekankan bahwa aspek yang paling penting dari capaian ini adalah penyerapan tenaga kerja. Dalam enam bulan pertama 2025, investasi yang masuk berhasil menciptakan 1.259.868 lapangan kerja baru.
"Ini adalah angka tenaga kerja yang tercipta hanya dari semester pertama saja. Artinya, dampak langsung dari investasi terhadap masyarakat sangat nyata," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










