SMI Gandeng IIX Populerkan Skema Orange Bond

AKURAT.CO PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) dan Impact Investment Exchange (IIX) menjalin kemitraan strategis di bawah platform SDG Indonesia One.
Kerja sama ini untuk mempercepat kemajuan Indonesia menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) melalui solusi pembiayaan terpadu inovatif yang berfokus pada pengintegrasian Obligasi Oranye (melambangkan warna SDG 5 PBB: Kesetaraan Gender).
Berlandaskan komitmen jangka panjang PT SMI dalam mengintegrasikan pertimbangan gender ke dalam pembiayaan infrastruktur dan kepemimpinan global IIX dalam menggalang modal melalui Gerakan Orange.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengalirkan lebih banyak investasi ke proyek-proyek yang mendorong kesetaraan gender, memperluas inklusi sosial, dan memperkuat upaya pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Didirikan pada tahun 2018 berdasarkan mandat dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan dikelola oleh PT SMI, SDG Indonesia One adalah platform kolaborasi pendanaan terintegrasi yang menggabungkan pendanaan publik dan swasta untuk mendukung proyek infrastruktur dan pembangunan yang berkontribusi pada SDGs di Indonesia.
Baca Juga: PLN Gandeng Prancis dan PT SMI Kembangkan Hidrogen Hijau untuk Energi Bersih
Platform ini bertujuan untuk meningkatkan pendanaan untuk proyek-proyek berdampak tinggi, terutama di sektor-sektor yang secara tradisional kesulitan menarik investasi swasta di Indonesia.
Kemajuan Indonesia dalam mencapai SDGs telah signifikan, dengan negara ini naik dari peringkat ke-102 dalam indeks SDGs global pada tahun 2019 menjadi peringkat ke-75 pada tahun 2023.
Meskipun telah terjadi kemajuan, tantangan besar yang dihadapi negara ini adalah mendemokratisasikan pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah negara, termasuk daerah terpencil yang memiliki akses terbatas terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Menurut Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, di sektor seperti infrastruktur, dimana inklusi gender sering diabaikan, Prinsip Obligasi Oranye memberikan kerangka kerja praktis namun kokoh yang tidak hanya membantu mengintegrasikan kesetaraan gender dan transisi yang adil ke dalam pembiayaan SMI, tetapi juga dapat beradaptasi dengan mekanisme pembiayaan proyek unik SMI.
"Hal ini memungkinkan kami merancang solusi inklusif dan inovatif di bawah platform SDG Indonesia One, menciptakan masa depan yang lebih adil bagi Indonesia," kata kata Reynaldi.
Senada, CEO dan pendiri IIX, Durreen Shahnaz, menilai Indonesia merupakan pemimpin di kawasan Global Selatan dalam bidang keuangan berkelanjutan, dan IIX berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ini melalui platform SDG Indonesia One.
"Dengan mengintegrasikan kesetaraan gender dan inklusi di inti pembangunan berkelanjutan dan keuangan, kami bertujuan untuk secara berarti melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan, mengalokasikan modal ke area yang paling penting, dan menciptakan dampak yang mendukung pencapaian SDGs," kata Durren.
Dengan kemitraan ini, ekosistem investasi berdampak di Indonesia terus berkembang, mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan untuk mengubah keuangan tradisional menjadi kekuatan untuk keadilan, ketahanan, dan pertumbuhan inklusif.
Kemitraan ini memperkuat upaya yang sedang berlangsung untuk mengembangkan Gerakan Orange di Indonesia, dengan IIX memperkenalkan gerakan ini kepada masyarakat Indonesia tahun lalu bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dari sektor swasta dan pembangunan.
Gerakan Orange adalah inisiatif global pionir yang berkomitmen untuk memberdayakan 100 juta perempuan, anak perempuan, dan minoritas gender di seluruh dunia hingga tahun 2030.
Dengan menggalang dana sebesar USD10 miliar, gerakan ini bertujuan untuk mendorong perubahan transformatif di persimpangan antara kesetaraan gender, aksi iklim, kemakmuran ekonomi, dan perdamaian.
IIX baru-baru ini mendukung PT PNM dalam menerbitkan Obligasi Orange dan Sukuk pertama di Indonesia, menyoroti potensi untuk mengembangkan pasar keuangan yang adil dan inklusif di negara ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










