Salip Trump, Elon Musk Dinobatkan Jadi Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Kripto

AKURAT.CO Dunia aset digital kembali menunjukkan dinamika menarik. Kali ini, Elon Musk dinobatkan sebagai tokoh paling berpengaruh dalam dunia kripto, mengungguli sejumlah tokoh besar lainnya, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Hasil ini didasarkan pada analisis mendalam yang dilakukan oleh ApeX Protocol, sebuah platform perdagangan aset digital, yang menggunakan berbagai indikator berbasis data untuk menyusun daftar peringkat tersebut.
Dikutip dari laman Crypto, Sabtu (26/7/2025), dalam laporan yang dirilis awal bulan ini, ApeX Protocol menggabungkan beberapa metrik utama seperti estimasi kepemilikan kripto, total kekayaan bersih, serta jangkauan media sosial masing-masing tokoh.
Analisis tersebut mengungkap bahwa pengaruh dalam ekosistem kripto tak lagi semata-mata ditentukan oleh seberapa besar dompet digital yang dimiliki, namun juga seberapa besar kemampuan seseorang dalam membentuk opini publik.
Baca Juga: Tiga Strategi Trading Kripto yang Wajib Diketahui Trader di Tengah Volatilitas Pasar
Elon Musk menempati posisi teratas dengan pengaruh luar biasa. CEO Tesla dan SpaceX itu diketahui memiliki pengikut media sosial terbanyak, yakni mencapai 221,2 juta akun di platform X (sebelumnya Twitter) dan Instagram. Tak hanya itu, estimasi kepemilikan aset kripto Musk juga dilaporkan mencapai USD2 miliar, termasuk investasi korporat, menjadikannya figur sentral dalam setiap pergerakan pasar kripto global.
Donald Trump menyusul di posisi kedua. Meski tidak lagi menjabat sebagai presiden, ia tetap memiliki daya pengaruh yang besar dengan 142,7 juta pengikut di media sosial dan kepemilikan kripto yang mencapai lebih dari USD1,3 juta. Laporan Democracy Defenders Fund bahkan menyebut bahwa sekitar 37% dari total kekayaan Trump berasal dari aset digital, menandai pergeseran besar dalam portofolio keuangannya.
Menariknya, satu-satunya tokoh non-Amerika dalam daftar sepuluh besar ini adalah Presiden El Salvador, Nayib Bukele. Bukele, yang sempat membuat langkah kontroversial dengan menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi negaranya, kini diketahui memiliki aset kripto senilai USD8,4 juta.
Meski kemudian menarik kebijakan tersebut karena tekanan internasional, Bukele tetap aktif di media sosial dan terus menyuarakan dukungannya terhadap kripto kepada 17,6 juta pengikutnya.
Di posisi keempat ada Robert F. Kennedy Jr., yang dikenal sebagai pendukung vokal Bitcoin. Ia menyebut Bitcoin sebagai “mata uang kebebasan” dan menilai aset digital ini sebagai pelindung terhadap inflasi serta pelemahan nilai dolar AS. Kennedy memiliki aset kripto sekitar USD750.000 dan total pengikut hampir mencapai 11 juta akun.
Baca Juga: Pemerintah Revisi Pajak Kripto untuk Maksimalkan Penerimaan Negara
Senator Ted Cruz dari Texas menempati urutan kelima dengan kepemilikan kripto sekitar USD32.500 dan dukungan kuat terhadap penggunaan Bitcoin untuk inovasi dan penciptaan lapangan kerja. Dengan 9,1 juta pengikut di media sosial, Cruz secara konsisten memperjuangkan kebebasan finansial dan menolak intervensi pemerintah dalam ranah kripto.
Wakil Presiden JD Vance berada di urutan keenam dengan estimasi aset kripto sebesar USD375.000. Ia mendorong Amerika Serikat untuk mengadopsi Bitcoin secara strategis sebagai respons atas larangan kripto oleh pemerintah Tiongkok. Vance juga memuji pembentukan cadangan Bitcoin nasional dan mendorong keterlibatan politik dari komunitas kripto.
Tokoh termuda dalam daftar ini adalah Madison Cawthorn, mantan anggota DPR AS, dengan aset digital senilai USD116.500. Meski sempat tersandung kontroversi terkait promosi koin kripto tanpa pengungkapan kepemilikan, Cawthorn tetap memiliki pengaruh besar di kalangan generasi muda berkat lebih dari 1,18 juta pengikut di media sosial.
Satu-satunya wanita yang masuk dalam daftar adalah Senator Cynthia Lummis dari Wyoming. Dijuluki “Ratu Kripto”, Lummis memiliki aset kripto senilai USD230.000 dan dikenal sebagai pendukung regulasi yang jelas bagi pasar aset digital. Ia juga menggagas berbagai undang-undang terkait kripto di Kongres AS, termasuk CLARITY Act dan BITCOIN Act.
Walikota Miami, Francis Suarez, berada di peringkat sembilan dengan aset kripto senilai USD10.000. Meskipun nilai kepemilikannya relatif kecil, Suarez dikenal sebagai tokoh yang gencar menjadikan Miami sebagai pusat kripto global. Ia bahkan menerima gaji dalam bentuk Bitcoin dan mendorong inovasi berbasis blockchain di kota yang dipimpinnya.
Menutup daftar adalah Pat Toomey, mantan anggota DPR AS yang dikenal sebagai arsitek regulasi stablecoin di Senat. Meski memiliki kepemilikan kripto hanya sebesar USD8.000 dan jumlah pengikut media sosial sekitar 187.000, Toomey tetap berpengaruh berkat perannya dalam pembentukan kerangka hukum untuk aset digital di Amerika Serikat.
Daftar ini menyoroti betapa luasnya jangkauan pengaruh tokoh publik dalam ekosistem kripto. Dari CEO teknologi hingga pejabat pemerintahan, mereka memiliki peran strategis dalam menentukan arah regulasi, persepsi publik, hingga masa depan inovasi keuangan digital di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










