Gen Z Boros Tapi Mau Merdeka Finansial? Coba 4 Tips Ini Biar Relevan

AKURAT.CO Banyak dari Generasi Z atau Gen Z yang mendambakan kebebasan finansial sejak usia muda. Namun, kenyataan sering kali berbicara lain.
Alih-alih menabung atau berinvestasi, sebagian besar dari mereka justru terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang menyulitkan tercapainya tujuan finansial jangka panjang.
Riset yang dirilis Tirto pada 2019 menyebutkan bahwa Gen Z cenderung lebih boros, sulit menabung, dan belum memiliki kesadaran akan pentingnya investasi masa depan. Padahal, kebiasaan ini berisiko menimbulkan masalah keuangan serius di kemudian hari.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (13/7/2025), menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020 Gen Z mencakup 75,49 juta jiwa atau 27,94% dari total populasi Indonesia.
Baca Juga: 7 Nasihat Keuangan Mark Zuckerberg untuk Gen Z dan Milenial
Banyak dari mereka baru saja memasuki dunia kerja dengan penghasilan yang masih terbatas dan kemampuan manajemen finansial yang belum matang.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa tingkat literasi keuangan Gen Z hanya 44,04%, lebih rendah dari generasi milenial. Angka ini mencerminkan bahwa kemampuan mereka dalam mengelola keuangan masih tergolong rendah.
Lantas, bagaimana cara yang tepat bagi Gen Z untuk mulai memperbaiki kondisi keuangannya? Berikut empat strategi yang bisa diterapkan, disesuaikan dengan karakteristik dan keseharian Gen Z:
1. Manfaatkan Akses Digital untuk Tingkatkan Literasi Keuangan
Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, Gen Z seharusnya bisa memanfaatkan teknologi untuk memperluas wawasan finansial. Banyak platform digital menyediakan informasi dan edukasi seputar keuangan, seperti pengelolaan uang, investasi, asuransi, hingga penggunaan layanan perbankan digital.
Dengan belajar dari buku, artikel, video, atau mengikuti webinar keuangan, Gen Z dapat mulai membentuk fondasi literasi yang lebih kuat dan menghindari keputusan keuangan impulsif akibat pengaruh media sosial.
2. Terapkan Gaya Hidup Hemat (Frugal Living)
Frugal living adalah konsep hidup hemat namun tetap berkualitas. Gaya hidup ini sangat cocok untuk Gen Z yang umumnya baru mulai membangun karier. Dengan menerapkan frugal living, mereka bisa lebih fokus pada pengeluaran prioritas, menabung secara konsisten, dan menghindari gaya hidup konsumtif yang hanya bersifat sementara.
Misalnya, mengurangi frekuensi nongkrong di coffee shop atau menunda pembelian barang yang tidak penting.
3. Tambah Penghasilan lewat Skill Baru
Penguasaan keterampilan digital seperti desain grafis, penulisan konten, coding, atau menjadi asisten virtual dapat membuka peluang kerja sampingan atau freelance yang menjanjikan. Platform online banyak menyediakan kursus gratis maupun berbayar yang dapat membantu Gen Z meningkatkan keahlian mereka.
Bahkan, dengan konsistensi, pekerjaan freelance tersebut bisa menjadi sumber penghasilan utama atau opsi untuk melakukan career switch.
4. Jaga Kenaikan Pengeluaran Saat Gaji Naik
Saat penghasilan meningkat, wajar bila keinginan untuk meningkatkan standar hidup ikut muncul. Namun, Gen Z perlu menahan diri agar tidak terjebak dalam fenomena lifestyle inflation.
Kenaikan pendapatan seharusnya dimanfaatkan untuk menambah tabungan, berinvestasi, atau membayar utang, bukan sepenuhnya untuk konsumsi. Menjaga gaya hidup tetap sederhana sambil mengalokasikan dana sesuai prioritas adalah langkah penting menuju kestabilan finansial.
Penting untuk diingat, kesulitan finansial tidak semata disebabkan oleh kecilnya penghasilan, tetapi juga dari pola pengelolaan uang yang keliru. Konsistensi dalam menerapkan strategi keuangan menjadi kunci utama.
Menjadi cerdas secara finansial memang tidak instan. Namun dengan komitmen dan usaha yang terus menerus, Gen Z dapat mulai membangun masa depan yang lebih mapan dan bebas dari tekanan finansial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










