Akurat

Mau IPO, Merry Riana Education Bidik Dana Rp30,9 Miliar

Hefriday | 6 Juli 2025, 12:51 WIB
Mau IPO, Merry Riana Education Bidik Dana Rp30,9 Miliar

AKURAT.CO PT Merry Riana Education Tbk. (MERI), calon emiten dari sektor konsumer siklikal, resmi membuka masa penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sejak 2 hingga 8 Juli 2025.

Perusahaan menargetkan dana segar sebesar Rp30,9 miliar dari aksi korporasi ini, lebih rendah dari estimasi awal yang sempat menyentuh angka Rp39,9 miliar.

Dikutip dari Bloomberg, Minggu (6/7/2025), harga penawaran ditetapkan sebesar Rp128 per saham. Angka ini berada di bawah batas atas dari harga indikatif sebelumnya yang berkisar antara Rp110 hingga Rp150 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan juga mengalami penyesuaian, yakni menjadi 235,13 juta saham. Jumlah ini lebih kecil dari rencana semula yang mencantumkan 266,66 juta saham. Dengan demikian, MERI akan melepas sekitar 25% saham kepada publik dalam proses IPO ini.

Merry Riana Education sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan dan pengembangan pendidikan, dengan fokus pada pengembangan karakter dan soft skill, terutama untuk generasi muda.

Baca Juga: 8 Perusahaan Kakap Antre IPO

Per akhir 2024, perusahaan tercatat memiliki total aset sebesar Rp23,49 miliar, yang terdiri dari aset lancar Rp17,13 miliar dan aset tidak lancar Rp6,36 miliar.

Dari sisi kinerja keuangan, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp35,82 miliar sepanjang tahun 2024, meningkat 30,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga ikut tumbuh 6,7% menjadi Rp9,29 miliar dari sebelumnya Rp8,7 miliar pada 2023.

Struktur kepemilikan sebelum IPO terdiri dari PT Merry Riana Indonesia (74,99%), Alva Christopher Tjenderasa (0,01%), dan Tancorp Investama Mulia (25%). Tancorp adalah entitas investasi milik pengusaha Hermanto Tanoko yang juga memiliki saham di emiten besar seperti PT Avia Avian Tbk. (AVIA) dan PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO).

Pasca IPO, kepemilikan PT Merry Riana Indonesia akan terdilusi menjadi 56,25%, Tancorp menjadi 18,75%, sementara sisanya dimiliki oleh publik. Dana hasil IPO rencananya akan dialokasikan sebesar 65% untuk pengembangan PT Merry Riana Edukasi Delapan dan 35% untuk PT Merry Riana Akademi Tujuh.

Meski begitu, tanggapan investor ritel terhadap IPO ini cenderung beragam. Beberapa warganet menilai nilai emisi yang kecil cenderung berisiko, bahkan menyebutnya berpotensi "nyangkut" atau stagnan setelah pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Aura rugpull-nya sangat menyengat. Saran gue yang mantan IPO hunter, jangan hold lebih dari 2 hari ya, gaes,” tulis pengguna akun Instagram @trading.junkiez. Pendapat serupa juga diungkap akun lain yang menyatakan lebih memilih IPO emiten dengan kapitalisasi lebih besar.

Kendati demikian, Analis Panin Sekuritas, Reydi Octa menilai tidak semua emiten kecil berpotensi buruk. 

“Masih ada peluang untuk saham IPO kecil bertumbuh dalam jangka panjang. Tapi dalam banyak kasus, penurunan harga setelah listing memang umum terjadi, karena fundamental perusahaan yang belum kuat atau terbatas dalam pengembangan usaha,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

Senada, Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menyebut saham IPO dengan kapitalisasi kecil biasanya hanya aktif dalam waktu singkat. “Setelah hype awal mereda, sering kali tidak ada sentimen baru dan minim atensi dari investor institusional. Akibatnya, harga saham cenderung stagnan,” ujarnya.

Berikut adalah jadwal IPO PT Merry Riana Education Tbk. (MERI):
  • Masa Penawaran Umum: 2–8 Juli 2025
  • Tanggal Penjatahan: 8 Juli 2025
  • Distribusi Saham secara Elektronik: 9 Juli 2025
  • Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI): 10 Juli 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa