Akurat

Bitcoin Tak Sekadar Zero Sum Game

Hefriday | 6 Juli 2025, 12:44 WIB
Bitcoin Tak Sekadar Zero Sum Game

AKURAT.CO Dalam dunia ekonomi dan keuangan, istilah zero sum game cukup populer. Konsep ini merujuk pada situasi di mana satu pihak mendapat keuntungan yang setara dengan kerugian pihak lain. 

Total nilai dalam permainan ini selalu nol, karena keuntungan dan kerugian saling meniadakan. Namun, ketika dikaitkan dengan aset kripto seperti Bitcoin (BTC), benarkah bahwa sistem ini hanya menguntungkan segelintir pihak sambil merugikan pihak lain?

Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (6/7/2025), pandangan konvensional mungkin melihat Bitcoin sebagai arena spekulasi, terutama di pasar derivatif seperti futures. Dalam jenis perdagangan ini, pelaku pasar bertaruh atas pergerakan harga di masa depan tanpa benar-benar memiliki asetnya. 
 
Ketika seorang trader meraup untung dari posisi long, ada trader lain yang merugi dari posisi short, dan sebaliknya. Oleh karena itu, perdagangan futures di dunia kripto dianggap sebagai contoh klasik dari zero-sum game.

Namun, jika kita memperluas perspektif ke pasar spot tempat di mana investor benar-benar membeli dan memiliki Bitcoin konsep ini tidak lagi sepenuhnya berlaku. Pasar spot lebih menyerupai positive sum game, dimana pertumbuhan adopsi, meningkatnya permintaan, dan dukungan terhadap ekosistem kripto menciptakan nilai secara kolektif. 
 
 
Ketika semakin banyak orang membeli dan menggunakan Bitcoin, nilai jaringan meningkat, dan semua pihak bisa mendapatkan manfaat, bukan hanya melalui selisih harga jual beli, tetapi juga lewat kemajuan teknologi dan peningkatan kepercayaan pasar.

Salah satu aspek utama yang membedakan Bitcoin dari aset lain, termasuk mata uang fiat, adalah jumlah pasokannya yang terbatas. Dengan total suplai hanya 21 juta koin, Bitcoin secara inheren memiliki sifat yang anti inflasi.
 
Berbeda dengan uang fiat yang terus dicetak oleh bank sentral dan bisa mengikis nilai simpanan dalam jangka panjang, Bitcoin memberikan perlindungan nilai (store of value) yang lebih solid.

Dari sinilah muncul konsep positive-sum game dalam konteks Bitcoin sebagai infrastruktur ekonomi. Bitcoin bukan hanya alat spekulasi semata, melainkan juga sistem keuangan alternatif yang menawarkan nilai bersama. Dalam pendekatan ini, keuntungan tidak berasal dari kekalahan pihak lain, melainkan dari kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan ekosistem secara keseluruhan.

Lebih jauh, penggunaan Bitcoin secara aktif menciptakan peluang yang tidak tersedia dalam sistem keuangan konvensional.
 
Dengan sifatnya yang terdesentralisasi, Bitcoin memungkinkan transaksi tanpa perantara, mengurangi ketergantungan pada sistem perbankan tradisional, dan memperluas akses ke layanan keuangan, terutama di wilayah-wilayah dengan penetrasi bank yang rendah. Ini menjadikan Bitcoin sebagai alat inklusi keuangan yang menjanjikan.

Namun demikian, dalam implementasinya, tidak bisa diabaikan bahwa pasar kripto juga memuat unsur negative-sum game, terutama jika memperhitungkan biaya transaksi, slippage harga, dan pajak atas keuntungan. 
 
Faktor-faktor ini mengurangi nilai bersih yang dapat diperoleh oleh investor, dan dalam jangka pendek bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap keandalan sistem. Meski begitu, perkembangan teknologi blockchain yang mendasari Bitcoin terus berinovasi untuk mengatasi berbagai kendala tersebut.

Selain itu, efek dari peristiwa halving, pemangkasan imbalan blok kepada penambang yang terjadi setiap empat tahun sekali, berkontribusi pada peningkatan nilai Bitcoin secara struktural. Karena pasokan baru semakin menipis, nilai Bitcoin cenderung mengalami apresiasi seiring dengan meningkatnya permintaan. 
 
Peristiwa ini juga berdampak langsung pada keamanan jaringan, karena peningkatan hash rate menunjukkan keterlibatan yang lebih besar dari para penambang dan menandakan ekosistem yang makin kuat dan terpercaya.

Adopsi institusional dan partisipasi dari negara-negara juga memberikan pengaruh besar terhadap persepsi dan nilai Bitcoin. Semakin banyak lembaga keuangan besar dan pemerintah yang mulai mengakui serta memanfaatkan potensi Bitcoin, baik sebagai aset investasi maupun alat lindung nilai. 
 
Ini semakin menegaskan bahwa nilai Bitcoin tidak lagi hanya ditentukan oleh spekulasi pasar, melainkan oleh dukungan nyata terhadap teknologi dan fungsinya dalam sistem keuangan modern.

Dalam konteks tersebut, Bitcoin sebagai positive sum game menjadi lebih relevan. Inovasi yang terjadi di ekosistem kripto tidak hanya menciptakan peluang bagi individu, tetapi juga mendorong transformasi di berbagai sektor industri dan pemerintahan.
 
Ini bukan sekadar tentang siapa yang menang atau kalah di pasar, melainkan bagaimana teknologi menciptakan nilai dan manfaat bersama.

Memahami Bitcoin tidak cukup hanya dari sudut pandang harga dan volatilitasnya. Yang lebih penting adalah memahami prinsip di baliknya, tentang kebebasan finansial, keterbukaan sistem, dan distribusi nilai yang adil. Bitcoin hadir bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk membangun sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan transparan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa