BCA Dukung Inovasi Mahasiswa untuk Majukan Desa Wisata di Indonesia

AKURAT.CO PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA resmi mengumumkan empat tim pemenang dalam ajang Genera-Z Berbakti, sebuah kompetisi inovasi sosial yang mendorong kontribusi langsung mahasiswa untuk pengembangan desa wisata di Indonesia.
Empat tim terpilih berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Lampung (UNILA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setelah melalui tahap seleksi ketat dan proses penjurian yang kompetitif, keempat tim pemenang berhak mendapatkan pendanaan dari BCA guna mewujudkan program-program pengabdian masyarakat sesuai proposal yang mereka ajukan.
Baca Juga: BCA Perkuat Layanan Digital, Hadirkan Inovasi untuk Nasabah yang Lebih Mudah dan Aman
Pelaksanaan program dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, dengan lokasi penempatan di empat desa wisata berbeda yang menjadi bagian dari Desa Bakti BCA.
Tim dari Universitas Indonesia akan diterjunkan ke Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Jawa Timur. Sementara tim Universitas Sam Ratulangi akan mengabdi di Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur. Universitas Lampung akan melaksanakan program di Desa Wisata Teluk Kiluan, Lampung. Sedangkan Universitas Gadjah Mada ditugaskan di Desa Wisata Dayun, Riau.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengapresiasi semangat dan dedikasi para peserta.
“Kami merasa terhormat dapat mendampingi mahasiswa-mahasiswa hebat melewati berbagai tahap seleksi dan penjurian yang ketat. Mereka menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dan kemauan kuat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (29/6/2025).
Program Genera-Z Berbakti mengusung konsep call for proposal dan berhasil menjaring lebih dari 250 proposal dari 98 perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri.
Dari jumlah tersebut, delapan kelompok diseleksi untuk mempresentasikan ide mereka di hadapan tiga panelis ternama yakni Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, aktris dan pengusaha Happy Salma, serta ilmuwan sekaligus pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya.
Baca Juga: Kredit UKM Tumbuh Dua Digit, BCA Fokus Dorong Ekonomi Domestik di Tengah Gejolak
Keempat tim terpilih akan mengikuti sesi bootcamp sebagai bentuk pembekalan sebelum menjalankan program di desa masing-masing. Setelah kegiatan selesai, para peserta diwajibkan menyusun laporan implementasi sebagai bentuk evaluasi dan jaminan keberlanjutan program.
Tim Universitas Indonesia mengusung program SAVANA: Sustainable Action for Village, Agriculture, Nature, and Health. Mereka akan menyelenggarakan edukasi lingkungan terbuka, pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik, pembuatan bioplastik, serta pelatihan bahasa Inggris untuk anak-anak dan masyarakat di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri.
Sementara itu, tim dari UNSRAT membawa tema “Derawan Sehat, Derawan Hebat” yang mencakup tiga program utama: Bakti Mengalir untuk edukasi sanitasi dan instalasi sistem air bersih, Bakti untuk Bumi yang melibatkan pemilahan sampah berbasis IoT dan produksi energi alternatif, serta Bakti Cilik yang fokus pada edukasi gizi anak, pencegahan stunting, dan demonstrasi MPASI.
Tim Universitas Lampung menciptakan program Smart Reef Initiative, yang memanfaatkan teknologi IoT untuk mendukung sistem peringatan dini tsunami di Teluk Kiluan melalui pemetaan terumbu karang buatan. Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk mitigasi bencana sekaligus mendukung pelestarian laut.
Adapun tim Universitas Gadjah Mada merancang program pengembangan wisata berbasis digital dan pusat budaya Melayu di Desa Dayun. Mereka akan mengadakan pelatihan pemasaran digital, storytelling budaya, serta festival budaya untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal.
Menurut Hera, Genera-Z Berbakti menjadi ruang kolaborasi antara sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat desa.
“Aspirasi generasi muda adalah sumber gagasan segar dan inovatif. Keterlibatan mereka kami harapkan dapat mempersiapkan mereka menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari payung besar Bakti BCA yang berfokus pada pengembangan berkelanjutan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. BCA percaya bahwa individu yang berdaya akan mampu memberdayakan komunitasnya, menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan.
Melalui Genera-Z Berbakti, BCA tidak hanya menyalurkan bantuan pendanaan, tetapi juga membangun komitmen jangka panjang dalam pemberdayaan generasi muda dan masyarakat desa. Keempat tim terpilih diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya dalam mengambil peran aktif dalam pembangunan Indonesia dari akar rumput.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










