Akurat

Deretan Saham Primadona di Tengah Melemahnya IHSG 3 Hari Beruntun

Hefriday | 21 Juni 2025, 17:02 WIB
Deretan Saham Primadona di Tengah Melemahnya IHSG 3 Hari Beruntun

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diramaikan oleh deretan saham yang mengalami lonjakan signifikan maupun penurunan tajam pada perdagangan Jumat (20/6/2025).

Sejumlah emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga saham yang mencolok, bahkan hingga mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA). 

Dari sisi lain, tak sedikit pula saham yang justru membentur batas Auto Rejection Bawah (ARB), seiring dengan terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tiga hari berturut-turut.
 
Dikutip dari data BEI, Sabtu (21/6/2025), menunjukkan tiga saham menyentuh ARA dan langsung masuk ke dalam daftar top gainers. 
 
Ketiga saham tersebut adalah PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang melonjak 34,1% menjadi Rp228, PT Master Print Tbk (PTMR) yang meroket 34% ke Rp240, serta PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang naik 24,7% ke posisi Rp272 per saham.
 
 
Selain ketiga emiten yang menyentuh batas atas, saham lainnya juga mencatatkan penguatan signifikan. Saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) menguat 22,5% menjadi Rp136 dan PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) naik 22% ke harga Rp72. 
 
Kenaikan tajam ini membuat kelima saham tersebut menjadi perhatian para pelaku pasar karena dinilai memberikan potensi cuan dalam jangka pendek.
 
Namun, di sisi lain, tekanan juga dirasakan sejumlah saham yang harus menanggung kerugian signifikan. Tercatat enam saham mengalami ARB dalam perdagangan kemarin. 
 
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) ambles 15% ke Rp1.700, PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) merosot 14,9% ke Rp131, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) jatuh 14,9% ke level Rp376.
 
Tiga saham lainnya yang juga tergelincir ke ARB yaitu PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) yang terkoreksi 14,5% ke Rp147, PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang melemah 14,1% ke Rp2.070, serta PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang jatuh 14% ke posisi Rp86.
 
Sementara itu, IHSG ditutup melemah cukup tajam, turun sebesar 61,5 poin atau 0,88% ke level 6.907,13. Ini menjadi hari ketiga berturut-turut IHSG mengalami penurunan, menandakan adanya tekanan lanjutan di pasar modal Tanah Air.
 
Berdasarkan data perdagangan, terdapat 231 saham yang mengalami kenaikan harga, sementara 386 saham tercatat turun dan 190 saham stagnan.
 
Total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia hari ini mencapai Rp22,51 triliun, dengan volume perdagangan sebesar 35,43 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1.196.168 kali.
 
Pelemahan indeks hari ini didorong oleh kejatuhan hampir di seluruh sektor saham. Sektor barang baku menjadi sektor yang mengalami penurunan terdalam, yaitu 0,9%.
 
Disusul oleh sektor infrastruktur yang turun 0,8%, sektor energi dan properti masing-masing melemah 0,7%, serta sektor perindustrian yang terkoreksi 0,3%.
 
Meski sebagian besar sektor mengalami tekanan, dua sektor berhasil mencatatkan kinerja positif. Sektor transportasi menguat paling tinggi dengan kenaikan 1,4%, disusul oleh sektor teknologi yang naik 0,2%, menunjukkan adanya rotasi sektor di tengah koreksi pasar secara umum.
 
Dalam situasi volatilitas domestik, pergerakan indeks saham di kawasan Asia tercatat bervariasi. Straits Times Index di Singapura menguat tipis 0,02%, dan indeks Hang Seng Hong Kong melesat 1,2%. Sebaliknya, Shanghai Composite Index melemah 0,07% dan indeks Nikkei Jepang turun 0,2%.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa