Akurat

Bitcoin Tembus USD110.000, Transaksi Pasar Domestik Meroket

Yosi Winosa | 12 Juni 2025, 13:43 WIB
Bitcoin Tembus USD110.000, Transaksi Pasar Domestik Meroket

AKURAT.CO Pasar aset kripto dalam negeri menunjukkan geliat positif seiring dengan melonjaknya harga Bitcoin (BTC) yang kembali menembus angka USD110.000, Selasa (10/6/2025).

Kenaikan harga ini mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan dan volume transaksi di berbagai platform lokal, termasuk Indodax.

Vice President Marketing Indodax, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa Bitcoin sempat terkoreksi hingga menyentuh level di bawah USD101.000 pada 5 Juni 2025.
 
Namun hanya dalam waktu lima hari, harga BTC kembali rebound signifikan hingga mencatatkan penguatan hampir 9% dalam sepekan terakhir.
 
“Lonjakan ini menandai bahwa pasar merespons sentimen global secara positif, khususnya dari perkembangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang menunjukkan tanda-tanda mereda,” ujar Antony dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).
 
 
Seiring dengan kenaikan harga Bitcoin tersebut, Indodax mencatat total volume transaksi mencapai Rp707,8 miliar pada 10 Juni 2025.
 
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi pada hari-hari sebelumnya, yang mencerminkan tingginya minat investor domestik terhadap aset kripto.
 
“Pasar melihat Bitcoin tidak lagi hanya sebagai instrumen alternatif, tetapi sebagai bagian penting dari struktur ekonomi digital yang sedang berkembang,” jelasnya.
 
Antony juga menekankan bahwa pergerakan harga ini telah membawa Bitcoin mendekati level tertingginya yang sempat tercapai pada Mei lalu, yakni sekitar USD111.000.
 
Dengan selisih kurang dari 2% dari rekor tertinggi tersebut, pasar diperkirakan masih akan menunjukkan volatilitas yang menarik minat pelaku.
 
Dari sisi lain, peningkatan harga BTC turut menggairahkan antusiasme investor ritel di Indonesia. Banyak pelaku pasar yang kembali aktif bertransaksi, baik dalam pembelian maupun penjualan aset digital, sebagai bentuk respons terhadap dinamika harga.
 
“Fenomena ini memberi sinyal bahwa pasar lokal ikut berkontribusi dalam dinamika pasar kripto global. Aktivitas investor dalam negeri semakin strategis dalam mendorong adopsi aset digital,” ujar Antony.
 
Antony juga menambahkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki modal kuat untuk berperan lebih besar dalam ekosistem kripto dunia.
 
Faktor seperti bonus demografi, tingginya penetrasi internet, dan komunitas kripto yang aktif menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun fondasi industri digital yang kokoh.
 
Namun, tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana Indonesia dapat bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi kontributor aktif. 
 
“Kita perlu mendorong pengembangan teknologi blockchain lokal, serta membentuk regulasi yang adaptif agar bisa berperan dalam percaturan kebijakan global,” tegasnya.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa