Akurat

Saham AADI Direkomendasikan Buy on Weakness Karena Ini

Hefriday | 11 Juni 2025, 16:34 WIB
Saham AADI Direkomendasikan Buy on Weakness Karena Ini

AKURAT.CO Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tengah berada dalam tekanan, namun dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh investor.

Menurut analisis Henan Putihrai Sekuritas, saham AADI dalam tren menurun, sehingga menyarankan strategi buy on weakness, yakni membeli saat harga saham sedang melemah sebagai peluang jangka pendek.

Dalam analisis teknikalnya, Henan Putihrai memproyeksikan harga masuk (entry level) yang ideal untuk saham AADI berada di kisaran Rp6.850–Rp7.000. 
 
Jika berhasil masuk di harga tersebut, saham ini diperkirakan mampu mencapai target harian di rentang Rp7.800–Rp7.850. Namun demikian, investor tetap diminta waspada dan melakukan stop loss apabila harga menyentuh level Rp6.575–Rp6.600.
 
Pada perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/6/2025), saham AADI tercatat menguat 1,42% ke posisi Rp7.125. Meski demikian, performa saham ini dalam jangka menengah dan panjang masih menunjukkan pelemahan. 
 
 
Secara mingguan, AADI naik 1,4%, tetapi dalam sebulan terakhir terkoreksi 3,4%. Sementara secara year to date (ytd), saham ini sudah turun hingga 16,5%.
 
Kendati tren menurun masih membayangi, AADI mendapatkan angin segar dari pengumuman FTSE Russell. Dalam review kuartalan FTSE Global Equity Index Series untuk periode Juni 2025, AADI resmi dimasukkan sebagai konstituen baru dalam kategori small cap. 
 
Sementara satu lagi emiten Indonesia, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dimasukkan ke dalam kategori micro cap. Keanggotaan ini efektif berlaku mulai 23 Juni 2025 dan berpotensi meningkatkan perhatian investor global terhadap saham AADI.
 
Dari sisi valuasi, optimisme juga ditunjukkan oleh Macquarie. Dalam riset terbarunya, Macquarie tetap merekomendasikan AADI sebagai saham outperform dengan target harga Rp9.000. Ini menunjukkan ekspektasi bahwa saham AADI masih memiliki ruang untuk tumbuh meskipun saat ini berada di bawah tekanan.
 
Sementara itu, untuk DAAZ, Henan Putihrai Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp8.100. Estimasi ini dihitung berdasarkan proyeksi valuasi EV/EBITDA sebesar 12,3 kali dan price to earnings ratio (P/E) sebesar 13,5 kali untuk tahun 2025.
 
Dari sisi aksi korporasi, AADI sebelumnya telah membagikan dividen yang cukup besar kepada pemegang saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 22 Mei 2025, perusahaan menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2024 sebesar USD2,2 miliar. 
 
Jumlah tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 183%. Namun, seluruh dividen itu telah dibagikan dalam bentuk dividen interim pada Juni 2024, jauh sebelum perusahaan resmi melantai di bursa (IPO).
 
Dengan demikian, seperti dikonfirmasi oleh Stockbit Sekuritas, AADI tidak akan membagikan dividen final untuk tahun buku 2024. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang menjadikan dividen sebagai faktor utama dalam mengambil keputusan investasi.
 
Meskipun saat ini belum ada rencana dividen final tambahan, pelaku pasar masih melihat potensi jangka panjang saham AADI sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, terlebih dengan profil usaha Adaro yang kuat di sektor energi dan sumber daya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa