Akurat

Optimisme Dagang AS-China Dorong Reli Bursa Asia di Awal Pekan

Hefriday | 9 Juni 2025, 12:50 WIB
Optimisme Dagang AS-China Dorong Reli Bursa Asia di Awal Pekan

AKURAT.CO Harapan pulihnya hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi angin segar bagi pasar saham Asia.

Pada awal pekan ini, indeks saham kawasan dibuka menguat, dipicu rencana kelanjutan negosiasi kedua negara serta data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan ketahanan ekonomi.

Bursa saham Asia tercatat naik 0,8% di awal perdagangan. Kenaikan ini turut didorong oleh lonjakan sektor teknologi, setelah Meta Platforms Inc. mengumumkan rencana investasi baru. Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 1% menjelang pertemuan dagang bilateral di London.

Baca Juga: Bursa Saham Global Menguat, IHSG Siap Bangkit Usai Libur Waisak

Sementara itu, kontrak berjangka indeks S\&P 500 di AS sedikit melemah sebesar 0,2%, menyusul pencapaian penutupan tertinggi sejak Februari. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun tetap stabil di kisaran 4,50%. Harga emas pun terkoreksi tipis sebesar 0,2%.

Indeks pasar berkembang ikut terdongkrak dan mencatat kenaikan 0,6%, membuka peluang untuk penutupan tertinggi sejak Februari 2022. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai optimistis terhadap prospek negosiasi dagang AS-China.

Ketegangan dagang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mulai mencair setelah isu ekspor mineral kritis berhasil dijembatani.

Terbukanya jalan menuju pembicaraan lanjutan meningkatkan keyakinan pelaku pasar bahwa kesepakatan bilateral bisa tercapai sebelum tenggat waktu pada 9 Juli mendatang.

Analis makroekonomi dari Lombard Odier, Homin Lee, menyatakan bahwa kondisi saat ini mendorong investor untuk kembali mengalokasikan dana ke aset berisiko.

“Pasar tampaknya optimistis AS akan lebih terbuka terhadap dialog dagang dalam beberapa pekan ke depan,” ujarnya di kutip dari Bloomberg, Senin (9/6/2025).

Baca Juga: Kala Asing Kabur dari Bursa Saham RI, Investor Ritel Jadi Penopang Pasar

Peningkatan sentimen juga ditopang oleh data ketenagakerjaan AS. Meski pertumbuhan lapangan kerja pada Mei mengalami perlambatan dan revisi data dua bulan sebelumnya menunjukkan penurunan 95.000 pekerjaan, angka terbaru masih melebihi ekspektasi pasar. Tingkat pengangguran stabil di level 4,2% dan pertumbuhan upah mengalami kenaikan.

Pasar saham global menunjukkan pemulihan dari tekanan selama dua bulan terakhir. Indeks S\&P 500 berhasil mencatat kenaikan dalam lima dari tujuh pekan terakhir, sementara bursa Asia dan Eropa menguat dalam tujuh dari delapan pekan terakhir.

AS dan China dijadwalkan memulai putaran kedua negosiasi dagang hari ini di London, menjadikan ini pembicaraan resmi pertama sejak kebuntuan terakhir. Fokus utama perundingan adalah dominasi China dalam pasar rare earth, komoditas penting bagi industri teknologi global.

Sebagai tanda pemulihan hubungan, Boeing Co. kembali mengekspor pesawat jet ke China untuk pertama kalinya sejak April. Selain itu, China juga telah melonggarkan beberapa izin ekspor rare earth menjelang pembicaraan.

Dari sisi lain, pasar keuangan global tengah mencermati lelang obligasi pemerintah AS. Departemen Keuangan AS akan menawarkan surat utang bertenor 30 tahun senilai USD22 miliar pada Kamis mendatang, sebagai bagian dari agenda pembiayaan rutin pemerintah.

Spekulasi juga muncul di pasar Jepang, di mana pemerintah diperkirakan akan menyesuaikan strategi penerbitan obligasinya bulan depan. Otoritas keuangan Jepang mungkin akan meningkatkan porsi obligasi jangka pendek dan mengurangi tenor panjang demi merespons dinamika pasar.

Tak hanya itu, investor global juga menanti data inflasi AS pekan ini. Angka tersebut dapat menjadi penentu arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan. Sementara di China, tekanan deflasi masih membayangi karena lemahnya konsumsi domestik dan perang harga yang semakin intens.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi