Bank Eropa Kewalahan, Ruang Kantor Tak Cukup Tampung Karyawan

AKURAT.CO Lima tahun pasca pandemi COVID-19 memicu ledakan kerja jarak jauh, bank-bank besar di Eropa kini menghadapi dilema tak terduga yakni kekurangan ruang kantor. Seruan eksekutif untuk mengembalikan karyawan ke kantor semakin lantang, namun banyak perusahaan kini justru tidak memiliki cukup meja kerja untuk menampung lonjakan kehadiran fisik.
Dikutip dari laman Bloomberg, Senin (9/6/2025), HSBC Holdings Plc menjadi salah satu contoh mencolok. Bank raksasa ini sebelumnya telah mengumumkan rencana pemangkasan ruang kantor pasca-pandemi, termasuk kepindahannya dari Canary Wharf ke gedung baru yang lebih kecil di City of London pada 2023.
Namun kini, HSBC menghadapi kekurangan hingga 7.700 meja kerja dan tengah menjajaki penyewaan gedung tambahan hanya beberapa langkah dari kantor barunya.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Komitmen Kepada Masyarakat Lewat Program Kurban di Iduladha 1446H
Fenomena ini tak hanya dialami HSBC. JPMorgan Chase & Co. juga baru-baru ini menandatangani kesepakatan untuk menambah ribuan meja kerja di Inggris dan Paris. Kemudian di sisi lain, Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA (BBVA) dari Spanyol mengalami kekurangan ruang di London akibat pertumbuhan tim perbankan korporasi dan investasinya.
Kebangkitan kebutuhan ruang kantor ini mengejutkan banyak pihak yang sebelumnya memperkirakan “kematian kantor” akibat tren kerja jarak jauh.
“Narasi soal berakhirnya era kantor terbukti sangat berlebihan,” ujar Direktur Leasing dari pengembang properti Stanhope, Kevin Darvishi.
London, yang selama ini menjadi pusat keuangan Eropa, lonjakan permintaan ruang kantor terasa paling nyata. Data CBRE menunjukkan bahwa pada 2011 bank menguasai sekitar 21,9 juta kaki persegi ruang kantor di kawasan City dan Docklands.
Namun, angka itu menyusut menjadi hanya 16,1 juta kaki persegi menjelang akhir dekade.
Baca Juga: Bank DKI dan Bank Maluku Malut Bersatu, Pramono Anung: Siap Bawa Perbankan Daerah Naik Kelas
Kondisi mulai berubah. Data dari Cushman & Wakefield mengungkap bahwa sektor keuangan menjadi penyewa terbesar ruang kantor baru di London pada tahun lalu. Dua dari delapan penyewa terbesar yang saat ini mencari kantor baru adalah institusi perbankan.
Beberapa bank yang semula memangkas drastis jejak fisik mereka kini berbalik arah. Deutsche Bank, misalnya, yang sebelumnya memangkas jumlah gedung dari 21 menjadi empat di London, kini mempertimbangkan tambahan ruang sebesar 250.000 kaki persegi. Sementara BBVA telah menyewa lantai tambahan untuk mengakomodasi ekspansi timnya.
Meskipun demikian, tren kembali ke kantor tidak merata di seluruh Eropa. Di luar London, sebagian besar bank masih menerapkan kebijakan kerja hibrida. BNP Paribas, misalnya, telah mengurangi ruang kantor hingga 120.000 meter persegi, setara dengan hampir setengah luas Empire State Building. ING Groep NV dan Commerzbank juga telah memangkas penggunaan kantor masing-masing sebesar 30% dan 50%.
Namun, tekanan untuk menghadirkan karyawan secara fisik terus meningkat. Deutsche Bank telah mengurangi hari kerja dari rumah menjadi dua hari per minggu, dan melarang karyawan bekerja dari rumah pada hari Senin dan Jumat. Sementara itu, bank-bank lain mulai menggunakan sistem pelacakan kehadiran untuk memastikan kepatuhan.
Kebutuhan ruang kantor bukan hanya dipicu oleh pertumbuhan internal, tetapi juga oleh ekspansi lembaga keuangan AS di Eropa. JPMorgan baru saja mengambil alih sebagian bekas kantor pusat Credit Suisse di Canary Wharf. Di Paris, mereka menandatangani kontrak gedung baru untuk mengantisipasi kelebihan kapasitas.
Uniknya, tuntutan akan ruang kerja tidak hanya dipicu oleh jumlah karyawan, tetapi juga oleh perubahan desain kantor pasca-pandemi. Bank-bank kini menyediakan lebih banyak fasilitas untuk menarik karyawan kembali, mulai dari area kolaborasi hingga zona relaksasi. Hal ini menyebabkan kebutuhan ruang per orang meningkat dibandingkan sebelum pandemi.
Seperti yang diungkap oleh Cushman & Wakefield, Ben Cullen, kombinasi antara meningkatnya kehadiran fisik dan desain kantor yang lebih luas menjadikan permintaan ruang kantor per orang kini lebih tinggi daripada era sebelum COVID.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








