Akurat

Tips Menabung Efektif untuk Mahasiswa yang Kuliah Sambil Bekerja

Hefriday | 8 Juni 2025, 20:20 WIB
Tips Menabung Efektif untuk Mahasiswa yang Kuliah Sambil Bekerja

AKURAT.CO Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sembari bekerja bukanlah hal yang mudah. Tanggung jawab kuliah yang padat serta kewajiban kerja sering kali membuat manajemen waktu dan keuangan menjadi tantangan tersendiri. Namun, bukan berarti menabung jadi mustahil dilakukan.

Justru, mahasiswa yang bekerja memiliki peluang lebih besar untuk menyisihkan uang demi masa depan. Kuncinya ada pada pengelolaan anggaran dan disiplin finansial. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyusun anggaran bulanan yang realistis, termasuk alokasi untuk tabungan.

Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (8/6/2025), idealnya, mahasiswa bisa menyisihkan minimal 15 hingga 20% dari pendapatannya setiap bulan untuk tabungan. Jumlah ini bisa lebih besar jika pengeluaran rutin dapat ditekan.

Baca Juga: Kakeibo, Metode Menabung Orang Jepang Yang Efektif

Alokasi tersebut bisa menjadi dasar untuk dana darurat, biaya kuliah semester depan, atau rencana jangka panjang lainnya.

Agar tidak tergoda menggunakan uang tabungan, sangat disarankan untuk memisahkan rekening harian dan rekening tabungan. Tabungan sebaiknya ditempatkan di bank yang tidak mudah diakses atau bahkan tanpa kartu ATM agar tidak tergoda menarik uangnya.

Memanfaatkan promo dan diskon juga menjadi strategi cerdas untuk mahasiswa. Banyak aplikasi dan merchant yang memberikan potongan harga khusus pelajar atau mahasiswa. Mulai dari transportasi online, makanan, hingga peralatan kuliah.

Pilihan pekerjaan juga berperan penting dalam kelancaran menabung. Sebaiknya pilih pekerjaan paruh waktu atau freelance yang tidak terlalu menyita waktu, seperti menjadi tutor les, admin toko online, atau bekerja secara remote. Penghasilan tambahan dari pekerjaan ini bisa langsung dialokasikan ke pos tabungan.

Strategi "no spend day" atau hari tanpa pengeluaran juga bisa diterapkan. Misalnya satu atau dua hari dalam seminggu, mahasiswa menghindari pembelian apapun selain yang benar-benar penting. Hal ini membantu menekan pengeluaran impulsif.

Selain menabung, mahasiswa juga dapat berinvestasi kecil-kecilan dengan risiko rendah, seperti reksa dana pasar uang atau deposito. Tujuannya agar dana yang disimpan tetap produktif meski tidak digunakan dalam jangka pendek.

Baca Juga: Fitur 'Tagih Uang' Lengkapi Saku Bareng di Raya App, Ajak Komunitas Menabung Hingga 300 Anggota

Menentukan target tabungan yang jelas juga akan membantu menjaga motivasi. Misalnya menabung Rp6 juta dalam setahun, berarti harus menyisihkan Rp500.000 per bulan. Target ini akan mendorong mahasiswa untuk konsisten dan kreatif mencari tambahan penghasilan.

Dengan strategi keuangan yang tepat, kuliah sambil kerja bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga tentang membangun pondasi finansial yang kuat. Mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan hidup setelah lulus, karena sudah terbiasa mengatur uang dan menentukan prioritas.

Menabung sambil kuliah dan bekerja memang menuntut kedisiplinan lebih. Tapi dengan niat yang kuat dan perencanaan yang baik, hasilnya akan sangat bermanfaat untuk masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi