AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian ekonomi global, stabilitas keuangan menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang dicari banyak orang.
Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar untuk mencapainya adalah dengan membiasakan diri menabung.
Tidak hanya sekadar menyisihkan uang, menabung juga membutuhkan strategi dan kedisiplinan. Salah satu metode yang patut dicoba datang dari Jepang, yaitu kakeibo.
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (7/6/2025), Kakeibo (dibaca: kah-keh-boh) adalah filosofi pengelolaan keuangan yang telah lama diterapkan oleh masyarakat Jepang, khususnya para ibu rumah tangga.
Metode ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1904 oleh jurnalis wanita Jepang, Motoko Hani, bukan 1994 sebagaimana sering disalahartikan.
Baca Juga: Konsumerisme Masyarakat Indonesia dan Gaya Hidup Kakeibo Warga Jepang
Namun, popularitas kakeibo kembali meningkat setelah Fumiko Chiba menerbitkan buku Kakeibo yaitu The Japanese Art of Saving Money pada 2017.
Berbeda dari metode pencatatan keuangan modern yang berbasis digital seperti aplikasi atau Excel, kakeibo justru menekankan pada pencatatan manual. Pengguna metode ini dianjurkan untuk menulis dengan tangan, menggunakan pena dan buku catatan.
Salah satu keunikan kakeibo adalah adanya proses bertanya kepada diri sendiri sebelum membeli sesuatu.
Tidak berhenti sampai di situ, kakeibo juga mengajarkan cara menabung secara efektif dengan beberapa langkah praktis.
Setelah mengetahui total pemasukan, metode kakeibo menyarankan untuk langsung menyisihkan dana tabungan sebelum mengalokasikan uang ke pos pengeluaran lain.
Salah satu prinsip utama kakeibo yang juga menarik adalah aturan "tunggu 24 jam" sebelum membeli barang.
Tips lain yang diajarkan kakeibo adalah rutin mengecek saldo rekening. Langkah ini sederhana tapi sangat efektif untuk mengontrol pengeluaran. Dengan mengetahui sisa uang yang dimiliki, seseorang cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.
Trik menarik lainnya adalah menempelkan catatan pengingat di dompet, seperti "Apakah kamu benar-benar membutuhkan barang ini?". Pesan ini akan menjadi pengingat saat seseorang tergoda untuk berbelanja, khususnya dalam suasana hati yang tidak stabil.
Terakhir, kakeibo menganjurkan penggunaan uang tunai dalam bertransaksi. Sebab, pembayaran digital sering kali membuat kita tidak sadar berapa banyak uang yang sudah dikeluarkan.
Metode kakeibo bukan sekadar teknik mengatur uang, melainkan pendekatan filosofis untuk membangun hubungan yang sehat antara diri sendiri dan keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








