Akurat Logo

Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?

Fitra Iskandar | 29 Oktober 2026, 05:59 WIB
Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
Ilustrasi Uni Eropa - Al Arabiya

AKURAT.CO Inggris, Jerman, dan Swedia memperingatkan warganya agar bersiap menghadapi berbagai kemungkinan krisis, mulai dari perang, serangan siber, hingga bencana alam dan wabah penyakit. Imbauan ini disertai anjuran menyimpan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan kebutuhan pokok untuk menghadapi situasi darurat.

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan Eropa, terutama potensi konflik bersenjata yang melibatkan Rusia. Pemerintah ketiga negara menilai kesiapsiagaan masyarakat diperlukan untuk mengantisipasi gangguan terhadap layanan publik, pasokan pangan, dan infrastruktur penting.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting bahkan menyatakan negaranya memiliki waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ancaman militer pada 2030. Namun, imbauan untuk menyiapkan kebutuhan darurat tidak berarti perang dipastikan terjadi. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menghadapi berbagai krisis yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Mengapa Inggris Memperingatkan Ancaman Perang pada 2030?

Dalam tulisannya di surat kabar The Telegraph, sebagaimana dilaporkan The Independent, Streeting memperingatkan bahwa pihak-pihak yang memusuhi Inggris berpotensi memiliki kemampuan militer dan ekonomi yang lebih besar untuk melancarkan serangan menjelang 2030.

"Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang telah berubah adalah kapasitas mereka. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk melakukan serangan," tulis Streeting.

Ia menambahkan, Inggris memiliki waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk meningkatkan kesiapan pertahanan bersama negara-negara sekutunya.

"Ini memberi kita waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi kita: bersiap bersama sekutu untuk bertempur dan meraih kemenangan," tulisnya.

Pernyataan tersebut merujuk pada potensi agresi Rusia dan perlunya Inggris mengantisipasi kemungkinan terburuk. Menurut Streeting, kesiapan menghadapi ancaman diperlukan sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya serangan.

"Untuk mencegah skenario terburuk, kita harus bersiap menghadapinya," ujarnya.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa persiapan pertahanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan militer, tetapi juga ketahanan masyarakat ketika menghadapi keadaan darurat.

Inggris Minta Warga Menyimpan Makanan dan Air untuk Tiga Hari

Di tingkat masyarakat, pemerintah Inggris meluncurkan kampanye kesiapsiagaan darurat bertajuk Be Ready. Melalui kampanye tersebut, warga diminta menyiapkan persediaan kebutuhan pokok agar dapat bertahan ketika layanan penting mengalami gangguan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.