Ditanya Soal Pendanaan Sektor Perumahan, Ini Jawaban Petinggi Danantara

AKURAT.CO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara belum akan fokus menggarap investasi di sektor perumahan, termasuk program prioritas 3 juta rumah.
Menurut Chief Investment Officer atau CIO Danantara, Pandu Patria Sjahrir, pihaknya mengutamakan faktor komersialitas dan imbal hasil atau Internal Rate of Return sebelum memutuskan investasi di sebuah proyek.
"Masih kita lihat-lihat dulu, akan kita pelajari dengan baik. Presiden Prabowo dari awal kan juga selalu bilang gunakan prinsip kehati-hatian, itu penting," ujarnya usai acara peluncuran Sumitro Institute di Cibubur, Minggu (1/6/2025).
Baca Juga: Danantara - CA CIB Siap Danai Proyek ESG dan Transformasi Ekonomi RI
Ditambahkan, Danantara merupakan sebuah institutional building atau institusi untuk pembangunan sumber daya. Perusahaan banyak melakulan kerja sama dengan lensa global yang salah satu tujuanya untuk transfer teknologi.
"Kalau dilihat dari kaca mata ekonominya Pak Sumitro atau Sumitonomics, intinya kan tentang role of state bermain. Kalau saya melihatnya dari sisi Danantara kami kan semacam long term institutional building," ujar Pandu.
"Bagaimana kita bisa membangun institusi-institusi baru dengan menggunakan investasi yang tentunya prosesnya harus untung. Untung tapi juga harus membawa values, sustainable dan berdaulat," ujarnya lagi.
Terkait dukungan ke program prioritas perumahan, menurutnya harus dipisahkan antara peran negara dan peran Danantara.
"Kalau kami selalu melihat commercialitynya dulu. Paling penting itu sama IRR. Kalau ada hal di luar itu biasanya namanya public service obligation atau PSO. Jadi jangan dicampuraduk," kata Pandu.
Sebelumnya manajemen Danantara mengungkapkan fokus investasi mereka dalam setahun ke depan, yakni industri hilir (mineral, migas, perkebunan), hulu migas, manufaktur, ketahanan pangan dan infrastruktur digital.
Kemudian sektor infrastruktur air dan limbah, keamanan energi, real estat strategis, dan sektor baru seperti AI dan semikonduktor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










