BI Buka Suara Soal Asmen Bundir Diduga Karena Tekanan Kerja
Hefriday | 28 Mei 2025, 16:48 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) akhirnya angkat bicara menyusul meninggalnya seorang pegawai muda berinisial RANK yang bekerja sebagai Asisten Manajer di lingkungan kerja bank sentral tersebut.
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (26/5/2025), di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta Pusat.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, BI menyampaikan belasungkawa atas kepergian salah satu anggota keluarga besar BI tersebut. Ramdan menyebut seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman telah dilakukan secara layak bersama pihak keluarga dan kepolisian.
“Mohon doa rekan semua agar kiranya Almarhum mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Rabu (28/5/2025).
Duka mendalam dari internal BI ini sekaligus menjawab pertanyaan publik yang sempat mengemuka di media sosial terkait peristiwa yang disebut-sebut sebagai aksi bunuh diri. Warganet menyuarakan keresahan atas tidak adanya pemberitaan resmi hingga informasi tersebut menyebar lewat akun anonim di platform X.
Kepolisian Sektor Gambir membenarkan insiden tersebut. Kapolsek Gambir, Kompol Rezeki Revi, menyatakan korban diketahui meninggal dunia setelah melompat dari rooftop lantai 15 gedung Tipikal BI sekitar pukul 06.07 WIB.
Almarhum diketahui masuk kerja pada pukul 05.48 WIB dan langsung naik ke rooftop sebelum melompat. “Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kami juga sudah memeriksa rekaman CCTV dan saksi,” jelas Revi.
Pegawai berusia 24 tahun ini diketahui mulai bekerja sebagai Asisten Manajer di Bank Indonesia sejak Januari 2025.
Statusnya sebagai talenta muda dan posisi strategis yang baru saja dijalani menjadi perhatian banyak pihak, terutama setelah muncul spekulasi bahwa tekanan kerja bisa saja menjadi salah satu pemicu tindakan nekat tersebut. Salah satu warganet bahkan berspekulasi bahwa almarhum merupakan jebuan program unggulan BI, PCPM.
Spekulasi ini menguat setelah akun X @direkturBI mengunggah pernyataan soal dugaan beban kerja berlebihan yang ditanggung oleh almarhum. Unggahan tersebut viral dan memicu empati serta kemarahan dari netizen, namun kini akun tersebut telah hilang atau disuspend oleh pihak X.
BI sendiri belum merespons secara langsung soal dugaan tekanan kerja. Namun Ramdan menegaskan bahwa seluruh proses pemulasaraan dilakukan dengan baik dan pihak bank terus mendampingi keluarga almarhum dalam masa duka ini.
“Yang terpenting bagi kami adalah menghormati privasi keluarga dan memberikan dukungan penuh atas duka yang mereka alami,” kata Ramdan.
Meski demikian, insiden ini telah memunculkan perbincangan publik lebih luas soal tekanan kerja di lingkungan institusi formal, termasuk di lembaga negara sekelas Bank Indonesia. Tak sedikit warganet yang mendorong pentingnya evaluasi sistem kerja, kesehatan mental, serta budaya kerja yang lebih manusiawi.
Tambahan informasi, BI sendiri rutin menyaring talenta berbakat lewat jalur akselerasi karier PCPM (Pendidikan Calon Pegawai Muda). Dalam pembukaan PCPM terkini, disebutkan kualifikasi untuk posisi ini mencakup WNI, sehat jasmani dan rohani, berusia maksimal 26 tahun (S1) dan 28 tahun (S2), telah dinyatakan lulus dengan strata pendidikan minimal S1, nilai IPK minimal 3,00 dari skala 4,00, diutamakan aktif berorganisasi serta tidak sedang menjalani ikatan dinas/bersedia melepaskan ikatan dinas dengan institusi lain.
PCPM dibuka untuk berbagai jurusan mulai dari Matematika, Ilmu Ekonomi Syariah, Statistika, Agribisnis, Teknik Industri, Prodi Teknik lainnya (Sipil, Arsitektur, Kimia, Lingkungan, Mesin, Elektro, Fisika), Manajemen Bisnis, Akuntansi, Teknik Informatika, Keuangan, Ilmu Komputer, Ilmu Hukum, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Teknologi Informasi, Hubungan Internasional, Ilmu Ekonomi, Psikologi, Studi Pembangunan dan Ilmu Administrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










