Kinerja Gemilang di Kuartal I, Emiten SUNI Pede Dapat Penuhi Target 2025

AKURAT.CO, Pada kuartal I-2025, PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) berhasil mencatatkan kinerja yang gemilang dengan membukukan laba bersih sebesar Rp66 miliar atau naik 100 persen secara tahunan (yoy).
Direktur Utama PT Sunindo Pratama Tbk, Willy Johan Chandra mengatakan, peningkatan laba yang signifikan tersebut terutama didorong oleh pendapatan yang juga meningkat signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Laba bersih pada 1Q 2025 ini mencapai 31 persen dari target laba bersih perseroan di tahun 2025. Dengan pencapaian yang baik di kuartal pertama ini, maka SUNI berharap agar dapat memenuhi target yang telah ditetapkan tahun 2025 ini,” kata Willy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (5/5/2025).
SUNI berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp314 miliar pada kuartal I-2025 atau meningkat 93 persen YoY dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 dan telah mencapai target pendapatan perseroan tahun ini sebesar 28 persen.
Baca Juga: Rekor Kinerja SUNI Gagah Perkasa di 2024 dengan Laba Bersih Meroket 103,6 Persen
Peningkatan pendapatan usaha tersebut seiring dengan petumbuhan volume penjualan OCTG tubing dan casing yang masing-masing tumbuh sebesar 66 persen YoY dan 84 persen YoY.
Seiring dengan pertumbuhan laba bersih, SUNI juga berhasil meningkatkan ekuitas sebesar 8 persen menjadi Rp818 miliar dibandingkan kuartal I- 2024.
Peningkatan ekuitas tersebut berasal dari profit selama kuartal ini. Perseroan juga berhasil menjaga rasio-rasio keuangan sesuai ketentuan kredit dengan Debt to Equity Ratio (DER) pada level 0,33 kali atau jauh berada di bawah ketentuan kredit yaitu maksimal 2,5 kali.
Pada kuartal I-2025, SUNI juga berhasil mendapatkan arus kas positif dari aktivitas operasional sebesar Rp71 miliar, atau meningkat sebesar 478 persen yoy. Peningkatan arus kas operasional yang signifikan ini sejalan peningkatan laba perseroan.
Baca Juga: Sunindo Pratama (SUNI) Tebar Dividen Rp11 M
Perseroan juga melakukan investasi sebesar Rp56 miliar untuk pembelian mesin dan pembangunan pabrik, nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 61 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35 miliar.
Peningkatan ini disebabkan peningkatan kegiatan pembangunan pabrik ke-2 perseroan di Batam untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dari aktivitas pendanaan, arus kas bersih dikeluarkan sebesar Rp7 miliar atau meningkat sebesar 31 persen yoy yang berasal dari pinjaman Bank.
Willy melanjutkan, SUNI berhasil mencatatkan kinerja yang baik pada Kuartal I 2025 sebagai hasil dari implementasi langkah-langkah strategis Perseroan di tahun ini.
Setelah Perseroan mencetak rekor laba tertinggi di tahun 2024, perseroan berusaha untuk melanjutkan tren hasil posisitif di tahun 2025 agar dapat mencapai target laba bersih perseroan di tahun 2025.
Baca Juga: Emiten Terafiliasi Luhut Tebar Dividen USD10 Juta
Dengan potensi captive market Indonesia untuk produk seamless pipes/OCTG tubing dan keberhasilan Perseroan memenangkan tender-tender yang signifikan memberikan peluang bagi perseroan untuk dapat terus meningkatkan kinerja dan menjamin keberlangsungan usaha ke depannya.
”Saat ini perseroan masih terus berfokus pada peningkatan kapasitas produksi in-house dari entitas anak Perseroan, PT Rainbow Tubular Manufacture (RTM). Fasilitas plant 2 RTM ini ditargetkan untuk dapat beroperasi pada tahun 2026. Saat ini, penyelesaian pembangunan secara fisik bangunan juga telah meningkat secara siginifikan, dan kami terus memantau dengan cermat. Peningkatan kapasitas produksi tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kinerja operasional dan keuangan Perseroan ke depan serta menjamin dan ketersediaan OCTG tubing secara nasional,” papar Willy.
Sementara Direktur Operasional SUNI, Bambang Prihandono mengatakan bahwa perseroan terus berusaha untuk meningkatkan efisiensi operasional baik dalam proses produksi dan supply chain management. Hal ini sangat diperlukan dengan semakin meningkatnya volume produksi dan penjualan Perseroan.
Perseroan juga telah mulai mempersiapkan tim operasional yang diperlukan berkaitan dengan pembangunan dan operasional plant 2 RTM nantinya. Pada akhir tahun lalu, Perseroan telah menyelesaikan pendirian workshop untuk produk wellhead dan x’mas tree sebagai langkah lanjutan pembentukan joint venture bersama Jiangsu Jinshi Machinery Group (JMP), PT Petro Sinergy Manufacturing (PSM).
Baca Juga: Penjualan VKTR, Emiten Kendaraan Listrik Grup Bakrie Turun Tapi Laba Naik di 2024, Kok Bisa?
Saat ini, PSM tengah mengurus perijinan dan sertifikasi yang diperlukan agar dapat segera beroperasi secara komersial. PSM akan menjadi strategic asset kedua bagi Perseroan untuk menghasilkan wellhead dan x’mas tree yang memenuhi TKDN dan berstandar internasional dengan harga yang kompetitif.
“Saat ini sertifikasi API telah didapatkan oleh Perseroan, selain itu PSM juga sedang mengurus sertfikasi TKDN, sehingga PSM dapat segera beroperasi dan berkontribusi pada kinerja SUNI,” tambah Bambang.
Direktur Keuangan PT Sunindo Pratama Tbk, Freddy Soejandy menambahkan bahwa perseroan telah melampaui target awal laba bersih pada 1Q 2025 ini dengan pencapaian 31 persen dari target laba bersih perseroan di tahun 2025.
”Perseroan pada kuartal pertama ini telah mengeluarkan capital expenditure (capex) sebesar Rp56 miliar untuk perampungan pembangunan Pabrik ke-2 RTM dari total rencana capex yang akan dikeluarkan sebesar Rp170 miliar,” imbuh Freddy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









