Akurat

6 Tips Kelola Keuangan Saat Dolar Naik

Hefriday | 19 April 2025, 19:40 WIB
6 Tips Kelola Keuangan Saat Dolar Naik

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi tantangan tersendiri bagi banyak keluarga Indonesia. 

Kenaikan dolar dapat berdampak pada harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga cicilan utang. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa menguras dompet dan mengganggu stabilitas keuangan keluarga.
 
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (19/4/2025), ada enam tips jitu yang bisa diterapkan untuk mengatur keuangan keluarga agar tetap aman dan terkendali meski nilai tukar dolar melonjak.
 
Pertama, susun kembali anggaran rumah tangga secara cermat. Evaluasi semua pengeluaran rutin dan potong pos yang tidak terlalu penting. 
 
Fokuskan anggaran pada kebutuhan pokok, seperti makanan, kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Dengan begitu, arus kas tetap terjaga meskipun harga barang naik.
 
 
Kedua, hindari pembelian barang impor atau produk yang harganya bergantung pada dolar. Misalnya, gadget, kosmetik impor, atau makanan kemasan dari luar negeri. 
 
Gantilah dengan produk lokal berkualitas yang lebih ramah di kantong. Langkah ini bukan hanya hemat, tetapi juga mendukung ekonomi dalam negeri.
 
Ketiga, tunda utang baru, apalagi yang berbasis mata uang asing. Saat rupiah melemah, cicilan dalam dolar akan membengkak dan membebani keuangan. 
 
Jika terpaksa harus mengambil pinjaman, pilihlah pinjaman berbunga tetap dan dalam mata uang rupiah agar lebih stabil.
 
Keempat, tingkatkan dana darurat keluarga. Idealnya, dana darurat mencakup 3–6 bulan biaya hidup. Saat kondisi ekonomi tidak pasti, dana ini menjadi penyelamat utama jika terjadi pengeluaran tak terduga seperti sakit, pemutusan hubungan kerja, atau kebutuhan mendesak lainnya.
 
Kelima, diversifikasi sumber penghasilan. Jangan hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. 
 
Pasangan suami istri bisa mencari penghasilan tambahan dari usaha sampingan, jasa freelance, atau investasi kecil-kecilan. Ini akan membantu menambah bantalan keuangan saat pengeluaran meningkat.
 
Keenam, edukasi seluruh anggota keluarga soal pentingnya hemat dan bijak mengelola uang. Libatkan anak-anak dalam diskusi anggaran dan beri pemahaman bahwa pengeluaran harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi. Dengan begitu, seluruh keluarga bisa bekerja sama menjaga keuangan tetap sehat.
 
Kenaikan dolar memang di luar kendali individu, namun cara kita mengelola keuangan bisa membuat dampaknya lebih terkendali. Dengan menerapkan enam tips di atas, keluarga bisa lebih siap menghadapi gejolak ekonomi dan menjaga keuangan tetap stabil.
 
Yang terpenting adalah konsistensi dan kesadaran bahwa setiap keputusan finansial hari ini akan berdampak pada masa depan. Bijaklah dalam membelanjakan uang dan tetap siaga menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa