Mayoritas Warga Indonesia Tak Punya Tabungan, Simak 7 Tips Sukses Menabung
Hefriday | 19 April 2025, 15:00 WIB

AKURAT.CO Fenomena minimnya kebiasaan menabung di masyarakat Indonesia menjadi sorotan sejumlah pakar keuangan.
Berdasarkan data dari berbagai survei keuangan, mayoritas masyarakat Indonesia belum memiliki tabungan yang cukup untuk menghadapi kebutuhan darurat atau rencana jangka panjang.
Salah satu penyebabnya adalah rendahnya literasi keuangan, gaya hidup konsumtif, serta ketidakmampuan mengelola pengeluaran.
Tak sedikit yang beralasan bahwa penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga tidak ada sisa untuk ditabung.
Namun, menurut para perencana keuangan, menabung tidak harus menunggu gaji besar. Kunci utamanya adalah konsistensi dan komitmen. Siapa pun bisa menabung asalkan menerapkan strategi yang tepat sejak awal.
Dikutip dari beberapa sumber, Sabtu (19/4/2025), berikut adalah beberapa cara yang bisa diterapkan agar bisa mulai dan tetap konsisten menabung.
Pertama, tetapkan tujuan menabung yang jelas. Tujuan akan menjadi motivasi untuk terus disiplin menyisihkan uang.
Misalnya, menabung untuk dana darurat, biaya pendidikan anak, membeli rumah, atau liburan. Semakin spesifik tujuannya, semakin besar pula kemungkinan seseorang akan konsisten menabung.
Kedua, gunakan metode menabung otomatis. Banyak aplikasi perbankan kini menyediakan fitur autodebet yang bisa langsung memotong sebagian dari gaji untuk ditabung. Dengan cara ini, menabung dilakukan secara otomatis sebelum uang digunakan untuk hal lain.
Ketiga, alokasikan tabungan di awal, bukan dari sisa pengeluaran. Prinsip ini dikenal dengan istilah “pay yourself first”.
Artinya, setelah menerima penghasilan, segera sisihkan minimal 10–20 persen untuk ditabung, baru kemudian mengatur sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.
Keempat, hindari gaya hidup konsumtif dan impulsif. Seringkali, pengeluaran tidak terkontrol karena godaan diskon atau keinginan untuk mengikuti tren.
Agar bisa menabung, penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta belajar menahan diri dari pembelian yang tidak penting.
Kelima, catat seluruh pengeluaran harian. Dengan mencatat, kita bisa melihat dengan jelas ke mana uang pergi dan mengidentifikasi pos-pos yang bisa dikurangi. Banyak orang terkejut saat melihat betapa besar uang yang dihabiskan untuk hal-hal kecil yang sebenarnya bisa dihemat.
Keenam, tentukan target tabungan bulanan dan evaluasi secara berkala. Buat catatan pencapaian agar bisa melihat perkembangan tabungan.
Evaluasi ini akan membantu mengukur efektivitas strategi yang diterapkan dan menjadi bahan refleksi untuk perbaikan ke depan.
Ketujuh, gunakan celengan digital atau rekening terpisah. Rekening yang dikhususkan untuk menabung akan membantu menghindari godaan untuk menggunakan uang tersebut. Beberapa bank bahkan memberikan bunga atau reward tambahan untuk saldo tabungan tertentu.
Menabung bukan sekadar kebiasaan, tetapi investasi untuk masa depan yang lebih aman dan terencana. Dengan perubahan pola pikir dan disiplin dalam pengelolaan keuangan, siapa pun bisa memulai kebiasaan menabung meski dari jumlah kecil sekalipun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










