IHSG Berpotensi Menguat, Berikut 6 Saham Rekomendasi Pilihan Hari Ini

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Senin (14/4/2025), setelah sebelumnya ditutup naik tipis 0,13 persen di akhir pekan lalu, tepatnya Jumat (11/4/2025). Kenaikan itu juga ditopang oleh aksi beli bersih asing (net buy) yang mencapai Rp45 miliar.
Dikutip dari laman IDX, Senin (14/4/2025), Menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, selama IHSG masih mampu bertahan di atas level support 6.200, potensi penguatan masih terPrakos
Dirinya memproyeksikan level support IHSG ada di kisaran 6.150–6.200, sementara level resisten berada di rentang 6.300–6.380.
Untuk ide trading hari ini, Fanny merekomendasikan enam saham yang bisa dicermati investor.
Pertama, saham BBCA direkomendasikan Buy on Weakness dengan area beli di 8.200–8.250 dan cutloss di bawah 8.150. Target jangka pendeknya berada di kisaran 8.325–8.500.
Kedua, saham ANTM disarankan untuk Spec Buy di level 1.690 dengan batas cutloss di bawah 1.670 dan target jangka pendek antara 1.710–1.745.
Baca Juga: IHSG Rebound, Analis: Saat Market Jatuh Justru Ada Peluang Yang Bisa Diambil
Selanjutnya, saham PANI juga masuk daftar Spec Buy dengan area beli di 8.700 dan cutloss di bawah 8.600. Targetnya dalam waktu dekat diproyeksikan di 8.875–8.925.
Lalu ada INET yang direkomendasikan untuk Spec Buy di level 109 dengan cutloss di bawah 107. Target jangka pendeknya adalah 115–120.
Saham kelima adalah PSAB, yang bisa dibeli jika berhasil break di atas 300. Jika berhasil, target dekatnya di 306–312. Namun, jika belum tembus, investor bisa antre beli di 288 dengan batas cutloss di bawah 282.
Terakhir, HRTA juga layak diperhatikan dengan rekomendasi Spec Buy di area 565, cutloss di bawah 555, dan target jangka pendek di 575–590.
Baca Juga: IHSG Menghijau, 5 Emiten Ini Malah Terjun Bebas
Bagi investor yang sedang mencari peluang, keenam saham ini bisa menjadi opsi menarik untuk diamati dalam jangka pendek, tentu dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










