Akurat

Apindo Nilai Relaksasi Impor Prabowo Mampu Perkuat Daya Saing Nasional

Yosi Winosa | 9 April 2025, 15:15 WIB
Apindo Nilai Relaksasi Impor Prabowo Mampu Perkuat Daya Saing Nasional

AKURAT.CO Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong relaksasi impor merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Menurut Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani menyatakan bahwa rencana Presiden Prabowo untuk tidak membatasi volume impor sebagai respons terhadap tarif resiprokal dari Amerika Serikat adalah bentuk reformasi menyeluruh terhadap iklim usaha nasional.

"Apindo melihat langkah Presiden sebagai bagian dari reformasi menyeluruh untuk memperbaiki efisiensi dan daya saing nasional," ujarnya di Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Baca Juga: Bos Apindo Sebut Investasi Padat Karya Kunci Atasi Ketimpangan Lapangan Kerja

Menurutnya, relaksasi impor penting dilakukan terutama terhadap bahan baku dan bahan penolong, karena dapat mendukung pengembangan industri dalam negeri yang selama ini sangat bergantung pada rantai pasok global.

Dirinya menambahkan bahwa momen ketegangan dagang antara Indonesia dan AS dapat menjadi titik balik untuk menyapu bersih regulasi-regulasi yang selama ini menghambat aktivitas bisnis.

Namun begitu, Shinta mengingatkan bahwa langkah relaksasi perlu diimbangi dengan perlindungan terhadap sektor-sektor dalam negeri yang rentan, terutama industri padat karya.

"Apindo memandang penting adanya pengawasan ketat terhadap potensi dumping dan penyelundupan, serta percepatan penguatan kebijakan trade remedies untuk melindungi pasar domestik secara adil," tegasnya.

Baca Juga: 100 Hari Pertama Prabowo, Apindo: Sudah Peka Jaga Stabilitas Dunia Usaha

Apindo juga menyambut baik perhatian Presiden terhadap reformasi sektor bea cukai dan mendukung tindakan tegas terhadap praktik merugikan industri nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.