Akurat

THR Sudah Habis Tapi Gaji Masih Jauh? Tenang, Begini Cara Selamat dari Kantong Kering!

Yosi Winosa | 30 Maret 2025, 13:00 WIB
THR Sudah Habis Tapi Gaji Masih Jauh? Tenang, Begini Cara Selamat dari Kantong Kering!

AKURAT.CO Lebaran adalah momen yang dinanti-nanti, penuh dengan kebersamaan, kebahagiaan, dan tentu saja pengeluaran besar.

Dari belanja baju baru, mudik, hingga memberi angpao, semua ini sering kali menghabiskan Tunjangan Hari Raya (THR) dalam waktu singkat. Sayangnya, begitu momen Lebaran berlalu, banyak orang yang mengalami efek kantong kering dan bingung bagaimana bertahan hingga gaji berikutnya.

Nah, jika kamu mengalami hal serupa, jangan panik. Artikel ini akan membahas strategi unik yang bisa kamu terapkan untuk kembali mengatur keuangan setelah THR habis.

Baca Juga: 3 Tips Keuangan untuk Bayar Cicilan KPR di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI

1. Financial Detox: Menyusun Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Financial detox adalah strategi pemulihan keuangan yang bertujuan untuk menyeimbangkan kembali kondisi finansial setelah pengeluaran besar.

Sama seperti tubuh yang butuh detoksifikasi setelah makan berlebihan, keuangan juga perlu dinormalisasi setelah pemborosan saat Lebaran.

Langkah pertama dalam financial detox adalah mengevaluasi kembali semua pengeluaran selama Lebaran.

Coba buat daftar berapa banyak uang yang keluar untuk kebutuhan wajib seperti mudik, makanan, dan THR keluarga, serta pengeluaran yang bersifat keinginan seperti baju baru atau oleh-oleh berlebihan.

Dari sini, kamu bisa melihat bagian mana yang bisa dikurangi di tahun berikutnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Terbaru 30 Maret 2025: Meroket Jelang Lebaran

Setelah itu, buat anggaran ketat untuk bulan berikutnya. Tentukan batas pengeluaran harian dan mingguan, serta batasi penggunaan kartu kredit agar tidak menambah beban utang.

Jika perlu, lakukan puasa belanja dengan hanya membeli barang yang benar-benar penting dan menunda pengeluaran yang tidak mendesak.

2. Tantangan 30 Hari Tanpa Utang

Salah satu masalah utama setelah Lebaran adalah banyaknya orang yang akhirnya berutang karena uang THR habis sebelum gaji berikutnya tiba.

Untuk menghindari hal ini, coba lakukan tantangan 30 hari tanpa utang. Caranya cukup sederhana, selama 30 hari kedepan, hindari membeli barang atau jasa dengan berutang, baik melalui kartu kredit, pay later, atau pinjaman lainnya.

Jika merasa kesulitan, cobalah mencari cara kreatif untuk mengatasi kebutuhan harian tanpa harus mengeluarkan uang ekstra. Misalnya, masak sendiri dibanding makan di luar, menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki dibanding naik ojek online, dan mengoptimalkan barang yang sudah ada di rumah tanpa perlu membeli yang baru.

Menjalani tantangan ini akan membuatmu lebih sadar akan kebiasaan belanja yang mungkin selama ini tidak terkendali.

Selain itu, dengan menghindari utang selama satu bulan penuh, kamu bisa mengalokasikan uang yang ada untuk kebutuhan penting lainnya.

3. Barter Barang Bekas Pasca Lebaran

Setelah Lebaran, biasanya banyak barang baru masuk ke rumah, baik berupa pakaian, perlengkapan dapur, atau bahkan gadget. Sayangnya, banyak barang lama yang akhirnya tidak terpakai dan hanya menumpuk.

Daripada membiarkan barang-barang tersebut menjadi tidak berguna, cobalah konsep barter barang bekas.

Caranya, ajak teman, keluarga, atau komunitas di media sosial untuk melakukan barter barang.

Baca Juga: Jangan Boros! Begini Cara Bijak Mengatur THR Lebaran

Misalnya, jika kamu memiliki pakaian yang masih bagus tetapi sudah jarang dipakai, tukarkan dengan barang yang lebih dibutuhkan seperti peralatan dapur atau buku bacaan.

Barter tidak hanya menghemat uang, tetapi juga membantu mengurangi limbah dan mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, dengan barter, kamu bisa mendapatkan barang yang benar-benar dibutuhkan tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.

4. Gaji Terakhir Seakan THR: Teknik Pengelolaan Gaji untuk Bulan-Bulan Berikutnya

Salah satu cara untuk menghindari krisis keuangan pasca Lebaran adalah dengan menerapkan teknik “Gaji Terakhir Seakan THR”.

Prinsipnya adalah mengelola gaji bulan berikutnya seolah-olah itu adalah THR yang harus dibagi dengan bijak.

Pertama, alokasikan gaji ke dalam beberapa pos penting, seperti kebutuhan pokok, tabungan, investasi, dan dana darurat.

Sebisa mungkin, simpan minimal 10-20% dari gaji untuk dana darurat agar tidak mengalami kesulitan jika ada pengeluaran mendadak di kemudian hari.

Kedua, gunakan sistem amplop atau aplikasi pengelola keuangan untuk memastikan setiap kategori pengeluaran tidak melebihi batas.

Dengan membatasi pengeluaran harian dan berkomitmen untuk tidak mengambil dari pos lain, kamu bisa menjaga keuangan tetap stabil hingga akhir bulan.

Ketiga, biasakan untuk memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Jika ada keinginan untuk membeli sesuatu, tunda selama beberapa hari untuk melihat apakah itu benar-benar diperlukan atau hanya keinginan sesaat.

Baca Juga: Ribuan Pekerja Mengadu soal THR yang Telat, Kemnaker Siapkan Sanksi

Teknik ini akan membantu menghindari pembelian impulsif yang bisa membuat kondisi finansial semakin buruk.

Pasca Lebaran, mengatur kembali keuangan adalah hal yang sangat penting agar kondisi finansial tetap stabil.

Dengan menerapkan strategi financial detox, menjalani tantangan 30 hari tanpa utang, melakukan barter barang bekas, serta mengelola gaji dengan teknik “Gaji Terakhir Seakan THR”, kamu bisa menghindari efek kantong kering dan memastikan keuangan tetap sehat hingga bulan berikutnya.

Tidak perlu panik jika THR sudah habis, yang penting adalah bagaimana kamu menyusun ulang strategi keuangan agar bisa bertahan dan bahkan lebih bijak dalam mengelola uang di masa depan.

Melalui perencanaan yang tepat, Lebaran tahun depan bisa lebih nyaman tanpa harus menghadapi krisis finansial setelahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.