Jangan Boros! Begini Cara Bijak Mengatur THR Lebaran

AKURAT.CO Menjelang Hari Raya Lebaran, masyarakat Indonesia tak hanya menikmati momen kebersamaan, tetapi juga menerima Tunjangan Hari Raya (THR).
Uang tambahan ini sering digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan Ramadan, seperti makanan, mudik, dan baju baru. Namun, tanpa perencanaan yang baik, THR bisa habis begitu saja tanpa sisa.
Berdasarkan riset dari beberapa sumber, Jumat (28/3/2025), sebanyak 59% responden mengandalkan THR untuk memenuhi kebutuhan Ramadan. Bahkan, 80% dari mereka menyisihkan sebagian untuk zakat, sementara sisanya digunakan untuk bukber, mudik, dan belanja Lebaran.
Agar keuangan tetap stabil setelah Lebaran, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengelola THR dengan bijak.
Pertama, Hitung Kembali Pengeluaran Bulanan. Sebelum menggunakan THR, penting untuk memahami kondisi keuangan saat ini.
Baca Juga: Mau Dapat THR Gratis? Klaim Saldo DANA Kaget Hari Ini Sekarang!
Hitung kembali semua pengeluaran, termasuk makanan, transportasi, sewa, cicilan, hingga pengeluaran kecil seperti langganan aplikasi. Dengan begitu, kamu bisa mengalokasikan THR dengan lebih efektif.
Kedua, Buat Anggaran untuk Zakat dan Kebutuhan Primer. Pastikan zakat fitrah menjadi prioritas utama sebelum membelanjakan THR.
Selain itu, alokasikan dana untuk kebutuhan wajib seperti biaya mudik, THR keluarga, dan belanja Lebaran. Kamu bisa menggunakan metode 50/30/20, yaitu 50% untuk kebutuhan dasar, 30% untuk tabungan dan investasi, serta 20% untuk hiburan dan keinginan.
Ketiga, Lunasi Utang yang Ada. Jika masih memiliki utang, manfaatkan THR untuk melunasinya.
Gunakan metode snowball dengan melunasi utang terkecil terlebih dahulu agar lebih termotivasi. Pastikan juga membayar tagihan tepat waktu agar tidak menumpuk dan menghambat pertumbuhan keuanganmu.
Keempat, Siapkan Dana Darurat dan Investasi Masa Depan. Setelah membayar kebutuhan utama, sisihkan sebagian THR untuk dana darurat dan investasi.
Baca Juga: Ribuan Pekerja Mengadu soal THR yang Telat, Kemnaker Siapkan Sanksi
Idealnya, 30% dari THR dialokasikan untuk tabungan atau instrumen investasi seperti reksa dana dan obligasi. Selain itu, pertimbangkan investasi dalam bentuk pengembangan keterampilan dengan mengikuti kelas atau workshop yang bermanfaat untuk kariermu.
Terakhir, Jaga Keamanan Bertransaksi. Ramadan dan Lebaran biasanya diiringi lonjakan transaksi digital.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi online. Hindari membagikan PIN atau OTP, serta waspadai modus penipuan yang mengatasnamakan bank atau otoritas keuangan lainnya.
Melalui perencanaan keuangan yang tepat, THR bisa menjadi alat untuk memperkuat kondisi finansial, bukan sekadar uang tambahan yang habis dalam sekejap. Yuk, kelola THR dengan bijak agar keuangan tetap sehat setelah Lebaran!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










