Dalam laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, OCBC NISP melaporkan bahwa total kredit bruto tumbuh 11% YoY menjadi Rp170,5 triliun, sementara total simpanan nasabah melonjak 13% menjadi Rp205,9 triliun.
Menurut residen Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan tinggi dari nasabah dan semakin kuatnya posisi bank di industri keuangan nasional.
"Kinerja ini mencerminkan strategi kami yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan, efisiensi operasional, dan inovasi layanan perbankan digital," ujar Parwati saat Public Expose bersama media di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Disisi lain, lanjutnya, total aset bank juga naik 13% menjadi Rp281 triliun. Keberhasilan ini tidak terlepas dari manajemen risiko yang baik, terbukti dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto tetap stabil di angka 1,6% dan Loan at Risk turun 0,4% dibanding tahun sebelumnya.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, tambahnya, OCBC NISP terus memperkuat layanan digital dan solusi perbankan inovatif guna menarik lebih banyak nasabah serta mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
"Kami berharap dengan pencapaian signifikan ini, OCBC NISP optimis menghadapi tantangan tahun 2025 dan terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, nasabah, serta industri keuangan secara keseluruhan," tegasnya.