Fore Coffee Segera Melantai di Bursa, Bidik Dana Segar Rp379,7 Miliar
Hefriday | 19 Maret 2025, 11:02 WIB

AKURAT.CO PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), atau Fore Coffee, salah satu pemain besar di industri kopi lokal, siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perusahaan ini akan menggelar penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sebanyak 1,88 miliar saham atau setara 21,08% kepemilikan.
Harga saham yang ditawarkan dalam IPO ini berkisar antara Rp160 hingga Rp202 per lembar, yang berarti Fore Kopi berpotensi meraup dana segar hingga Rp379,76 miliar.
Periode bookbuilding atau masa penawaran awal dijadwalkan berlangsung pada 19-21 Maret 2025, sedangkan penawaran umum akan digelar mulai 26 Maret hingga 9 April 2025. Jika semuanya berjalan lancar, saham FORE akan resmi tercatat di BEI pada 11 April 2025.
Dikutip dari laman Investing, Rabu (19/3/2025), dalam proses IPO ini, Fore Kopi menggandeng dua perusahaan sekuritas besar, yaitu Mandiri Sekuritas dan Henan Putihrai Sekuritas, sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Henan Putihrai sendiri sebelumnya juga menangani IPO PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
Dengan dukungan dari dua sekuritas ternama, Fore Kopi optimistis IPO ini akan menarik minat investor, terutama karena industri kopi di Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan yang cerah.
Fore Kopi tidak main-main dalam memanfaatkan dana yang diperoleh dari IPO ini. Sekitar 76% dari total dana IPO akan digunakan untuk membuka 140 outlet baru di berbagai lokasi strategis.
Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisinya di industri food & beverage (F&B) Indonesia.
Dengan ekspansi agresif ini, Fore Kopi berharap dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, meningkatkan penjualan, serta memperkuat brand mereka di tengah persaingan sengit dengan merek kopi lain.
Saat ini, mayoritas saham Fore Kopi dimiliki oleh Fore Holding Pte Ltd dengan kepemilikan 99,997%, sementara PT Otten Coffee Indonesia hanya memiliki 0,003% saham. Pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) dari perusahaan ini adalah Willson Cuaca.
Dari sisi kinerja keuangan, Fore Kopi mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa. Hingga 30 September 2024, omzet perusahaan mencapai Rp727,37 miliar, naik 135,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp309,06 miliar.
Lebih menarik lagi, perusahaan yang sebelumnya mengalami kerugian kini mulai mencetak laba. Hingga akhir September 2024, Fore Kopi berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp42,34 miliar, berbalik dari rugi Rp16,48 miliar pada kuartal III-2023.
Didirikan pada tahun 2018, Fore Kopi awalnya beroperasi sebagai startup di industri kopi dengan fokus pada penjualan roasted coffee. Dalam waktu enam tahun, perusahaan ini berkembang pesat dan kini telah memiliki 217 outlet yang tersebar di 44 kota, termasuk di luar negeri seperti Singapura.
Keberhasilan Fore Kopi dalam membangun jaringan outlet yang luas dan mencetak laba dalam waktu singkat menunjukkan bahwa bisnis ini memiliki daya saing yang kuat.
Dengan rencana ekspansi besar-besaran, Fore Kopi berpotensi semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain utama di industri kopi Indonesia.
IPO Fore Kopi terjadi di tengah meningkatnya tren konsumsi kopi di Indonesia. Industri kopi nasional terus berkembang, didukung oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin akrab dengan budaya ngopi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










