AKURAT.CO Fore Coffee menyiapkan investasi USD3 juta setara Rp48 miliar (asumsi kurs Rp16.008 per dolar AS) hingga USD4 juta setara Rp64 miliar guna ekspansi 50 gerai baru di tahun 2024.
Asal tahu, perusahaan rintisan kopi terkemuka ini sudah memiliki 200 gerai per akhir 2023 lalu, termasuk 1 gerai overseas di Singapura. Manajemen menaksir dibutuhkan sekira USD60.000 (Rp0,96 miliar) hingga USD80.000 (Rp1,28 miliar) untuk membuka 1 gerai baru.
Cofounder dan CEO Fore Coffee, Vico Lomar mengatakan pembukaan gerai baru akan lebih banyak difokuskan di Jakarta dan sekitarnya. Hal ini mengingat keberadaan Fore Coffee di wilayah ini dinilai masih kurang dominan.
"Kita sudah ada 200 outlet di 45 kota di seluruh Indonesia. Kita mau buka lebih banyak lagi di Jakarta, karena presence kita menurut saya masih perlu ditambah di Jakarta lalu kemudian juga di daerah-daerah. Tapi nanti fokusnya habis ini ke Jakarta," ujar Vico saat ditanya Akurat.co, Rabu (22/5/2024).
Baca Juga: Fore Coffe Buka Lowongan Kerja Posisi Barista di Daerah Jakarta dan Sekitar, Ini Kualifikasinya
Ditambahkan, keberadaan Fore Coffee di wilayah lain seperti Jawa dan Bali sudah cukup banyak, termasuk di kota seperti Surabaya, Bandung dan Jawa Tengah. Pihaknya belum mempertimbangkan ekspansi ke Kalimantan meskipun IKN akan segera beroperasi.
"IKN belum. Nanti kalau sudah ada infrastruktur sudah jadi ya, memang kan akan ada mall di sana kan," imbuhnya.
Sementara untuk luar negeri, Fore Coffee juga menjajaki untuk memasuki pasar baru di kawasan Asia Tenggara. Saat ini Fore sudah memiliki 1 gerai di Singapura dan rencananya akan ditambah 2 gerai lagi di Singapura tahun ini.
"(Di Asia Tenggara) kita masih ada lagi mungkin beberapa negara kita lagi jajakin yang mana kira-kira nanti cocok untuk fore masuk karena in presence begitu kita enter the market or even kita buka 1 store di Indonesia itu musti bener-bener bisa menjangkau orang-orang sekitarnya dan juga komunitas di sekitarnya," terang Vico.
Saat ditanya sumber pendanaan untuk investasi gerai, Vico mengaku belum akan melakukan putaran pendanaan baru, mengingat kas internal perusahaan juga masih tebal.
"Enggak. Kita sudah profitable sangat baik performancenya. So ini sudah mau masuk, kalau ngomongin profitable, sudah profit 3 tahun terakhir. Jadi 1 store kita investment kira-kira sekitar USD60.000 sampai USD80.000," tegasnya.
Searah dengan rencana ekspansi gerai, manajemen juga mematok pertumbuhan pendapatan dan laba hingga dua kali lipat dibanding tahun 2023 lalu. "Kita bersyukur pemilu semuanya juga berjalan dengan baik. So kita nargetin double digit, pertumbuhan dua kali lipat daripada apa yang kita capai di tahun lalu," terang Vico.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










