Akurat

Erick Thohir Sebut Danantara Jadi Katalis Positif IHSG, Tapi Perlu Waktu

Camelia Rosa | 1 Maret 2025, 17:34 WIB
Erick Thohir Sebut Danantara Jadi Katalis Positif IHSG, Tapi Perlu Waktu

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick THohir optimis bahwa kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai entitas sovereign wealth fund atau SWF Indonesia akan memberikan sentimen positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).  

Meski demikian diakui Erick, dampak positif itu memang memerlukan waktu dan tidak akan langsung terlihat dalam waktu singkat. "Harusnya bisa, tapi perlu waktu," jelasnya ketika ditemui usai Konferensi Pers Penurunan Tiket Pesawat di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (1/3/2025).
 
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara itu menegaskan bahwa pihaknya memang tidak bisa melawan persepsi yang saat ini ada di masyarakat, dimana Danantara dibandingkan dengan Sovereign Weatlh Fund yang tidak bagus.
 
 
"Kita tidak bisa melawan persepsi yang hari ini, seakan-akan yang tadi, membenchmarking Danantara dengan sovereign wealth fund yang tidak bagus, itu salah besar," tegasnya. 
 
Ia pun meyakini kinerja BUMN saat ini sudah jauh lebih baik walaupun memang masih banyak kritik dari masyarakat.
 
"Nanti kita buktikan saja gituloh. Sama yang tadi saya bilang, BUMN korupsi, BUMN tidak bagus. Itu kan bagian dari demokrasi publik. Tapi kalau korupsi semua, tidak mungkin profitnya Rp310 triliun dong?," papar Erick.
 
"Iya kan? Kalau tidak bagus, tidak mungkin pelayanan airport hari ini juga bisa lebih bagus. Tapi kalau ada isu-isu di lapangan, ya silahkan aja," pungkasnya. 
 
Sebagai informasi, IHSG tercatat anjlok 7,83% ke level 6.270,59 selama perdagangan pekan ini, yaitu periode 24 sampai 28 Februari 2025, atau pada pekan peluncuran BPI Danantara.
 
Pelemahan itu juga membuat kapitalisasi bursa turun menjadi Rp10.880 triliun atau turun 7,68 persen dari penutupan pekan lalu Rp11.786 triliun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.