Akurat

Ditopang Airdrop dan Listing Binance, Token SHELL Capai Rekor Baru

Hefriday | 1 Maret 2025, 10:10 WIB
Ditopang Airdrop dan Listing Binance, Token SHELL Capai Rekor Baru

AKURAT.CO Token asli MyShell, SHELL, berhasil mencapai rekor tertinggi baru setelah pengumuman listing di Binance dan acara airdrop yang akan segera digelar. Langkah strategis ini menjadi momentum penting bagi ekosistem MyShell untuk meningkatkan adopsi dan memperkuat posisinya di pasar kripto.

Binance telah mengatur acara airdrop melalui program Binance HODLer bagi pengguna yang memiliki Binance Coin (BNB) dan telah berpartisipasi dalam produk Simple Earn serta On-Chain Yields mulai 14 hingga 18 Februari. Airdrop dijadwalkan berlangsung satu jam sebelum perdagangan dimulai, dan SHELL akan resmi tercatat di Binance pada pukul 13:00 UTC tanggal 27 Februari.

Dikutip dari laman Pintu, Sabtu (1/3/2025), pasca pengumuman pencatatan, harga SHELL melonjak tajam. Dalam 24 jam terakhir, token ini mencatat kenaikan lebih dari 35% hingga mencapai titik tertinggi baru sebesar USD0,68. Meskipun sedikit turun ke level USD0,65, kenaikan harga ini masih menunjukkan kenaikan di atas 30%, menandakan antusiasme tinggi para trader.

Baca Juga: Analis Prediksi XRP Bisa Tembus USD320, Pasar Kripto Siap Rebound?

Dalam periode seminggu terakhir, SHELL telah menunjukkan kenaikan hampir 60%, dengan lonjakan sebesar 36% dalam satu jam terakhir. Dengan kapitalisasi pasar mencapai USD175 juta dan valuasi total sebesar USD650 juta, token ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan dan menarik perhatian investor.

Untuk mendukung aktivitas perdagangan, Binance telah mengalokasikan 25 juta token SHELL untuk program airdrop HODLer. Alokasi tersebut merupakan sekitar 2,5% dari total pasokan token awal. Pada saat pencatatan, jumlah token yang beredar di Binance diperkirakan mencapai 270 juta unit.

Selain itu, Binance juga merencanakan acara airdrop kedua di akhir bulan ketiga dengan jumlah token yang sama, sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan partisipasi dan likuiditas pasar. SHELL nantinya akan tersedia untuk diperdagangkan di jaringan Ethereum dan BNB Chain, dengan penambahan tag “seed” sebagai indikasi potensi risiko perdagangan yang lebih tinggi.

Dari sisi utilitas, SHELL merupakan token tata kelola yang memberdayakan ekosistem MyShell. Token ini memberikan akses ke fitur-fitur premium pada platform, mendukung para pencipta, dan juga digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi transaksi pembayaran. Hal ini diharapkan dapat memperkuat komunitas dan mendorong penggunaan token secara luas.

Baca Juga: Alami Volatilitas Ekstrem, Tiga Kripto Ini di Prediksi Menurun Drastis di Maret 2025

Adapun distribusi token SHELL telah dirancang dengan cermat. Sekitar 30% dialokasikan untuk insentif komunitas, 29% untuk penjualan pribadi dengan masa tenggang satu tahun dan periode pembukaan selama tiga tahun, 1% untuk airdrop Dompet Binance, dan 5% untuk airdrop Binance HODLer. Pendekatan ini menunjukkan komitmen MyShell untuk mengembangkan ekosistemnya dan meningkatkan adopsi token di kalangan pengguna.

Secara keseluruhan, peluncuran SHELL dengan dukungan airdrop dan listing di Binance merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem MyShell serta membuka peluang besar bagi pertumbuhan token di pasar global.

Dengan berbagai inovasi dan strategi pemasaran yang matang, MyShell optimis bahwa SHELL dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para investor dan pengguna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa