Koperasi Berperan Penting dalam Menjaga Stabilitas Harga Jelang Puasa 2025
Demi Ermansyah | 22 Februari 2025, 23:20 WIB

AKURAT.CO Menjelang Ramadan, harga dan pasokan pakan ternak kerap menjadi perhatian utama bagi para peternak ayam petelur.
Untuk mengatasi fluktuasi harga, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bekerja sama dengan Koperasi Jasa Pinsar Petelur Nasional guna memastikan ketersediaan bahan baku pakan ternak tetap stabil.
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa sinergi antara koperasi dan pemerintah telah berhasil menjaga kestabilan harga pakan. Hal ini sangat penting bagi keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur yang menjadi tulang punggung produksi telur nasional.
"Koperasi ini sangat aktif dalam menjembatani kebutuhan peternak dengan pemerintah, terutama dalam penyediaan bahan baku pakan seperti jagung,” ujar Menkop Budi Arie dalam dialog bersama jajaran pengurus koperasi, Sabtu (22/2/2025).
Fluktuasi harga pakan sering menjadi tantangan utama bagi peternak ayam petelur. Ketergantungan pada impor dan perubahan harga jagung sebagai bahan utama pakan sering kali menyebabkan lonjakan biaya produksi.
Untuk itu, keberadaan koperasi yang menjembatani akses peternak terhadap bahan baku dengan harga stabil menjadi solusi yang sangat dibutuhkan.
Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperkuat koperasi sebagai wadah bagi peternak dalam berbagi informasi, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperluas jaringan pemasaran.
"Dengan adanya koperasi, peternak tidak berjalan sendiri. Mereka bisa mendapatkan akses yang lebih baik terhadap bahan baku, distribusi yang lebih luas, serta informasi penting untuk meningkatkan produksi,” tambah Menkop.
Keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur tak hanya penting bagi peternak itu sendiri, lanjut Budi, tetapi juga bagi masyarakat luas yang membutuhkan pasokan telur dengan harga stabil.
Telur merupakan salah satu sumber protein yang paling terjangkau bagi masyarakat, sehingga menjaga harga pakan tetap stabil juga berarti menjaga harga telur tetap terjangkau.
"Dengan sistem koperasi yang kuat, para peternak bisa mendapatkan pakan dengan harga yang lebih terkendali, sehingga mereka tidak harus menaikkan harga telur secara drastis. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat menjelang Ramadan, ketika konsumsi telur biasanya meningkat," tegasnya.
Tidak sampai disitu saja, Menkop Budi Arie memaparkan bahwa pemerintah akan terus mendukung koperasi dalam penguatan daya saing dan profesionalisme, sehingga mereka dapat berkembang lebih pesat.
“Kami ingin koperasi semakin maju, profesional, dan bisa memberikan manfaat lebih besar bagi anggotanya serta masyarakat luas,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










