Akurat

Erick Thohir Lobi Sri Mulyani Terkait Efisiensi Anggaran Kementerian BUMN

Camelia Rosa | 15 Februari 2025, 06:20 WIB
Erick Thohir Lobi Sri Mulyani Terkait Efisiensi Anggaran Kementerian BUMN
AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan anggaran kementeriannya mengalami pemangkasan sekitar Rp115,6 miliar, yaitu dari Rp277,5 miliar menjadi Rp115,6 miliar. 
 
Diakui Erick, dirinya tengah bernegosiasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar menyetujui efisiensi di Kementeriannya tidak sampai di bawah Rp215 miliar.
 
Sebab angka tersebut merupakan batas minimum Kementerian BUMN untuk beroperasi. 
 
"Kemarin siang kami coba mengusulkan pada Kementerian Keuangan tentu belum mendapat konfirmasi 100 persen tapi mereka lihat usulan bukan mengada-ngada," jelasnya, dikutip Jumat (14/2/2025). 
 
Erick menuturkan, Rp215 miliar itu terdiri dari Rp44 miliar untuk program pengembangan pengawasan BUMN dan Rp171,1 untuk program dukungan manajemen. 
 
 
Oleh sebab itu Erick mengaku terus berkomunikasi dengan Kemenkeu mengenai penambahan anggaran serta memonitor setiap perkembangan yang ada. 
 
"Jadi memang kami masih berkomunikasi walaupun memang kemarin apa yang kami dapatkan itu kurang lebih Rp161,9 miliar. Semoga ada jalan, nanti kita tunggu saja 1-2 bulan ke depan," terangnya. 
 
Lebih lanjut Erick menyampaikan bahwa Rp215 miliar itu merupakan perhitungan sejumlah efisiensi pemotongan anggaran perjalanan dinas sebesar 54 persen, efisiensi penggunaan fasilitas IT hingga 41 persen. 
 
Kemudian, Erick juga mengefisiensikan pengadaan ATK hingga 90 persen, pemangkasan fasilitas untuk pimpinan 70 persen, hingga penyesuaian kendaraan dinas dengan memangkas biaya hingga 66 persen.
 
 
"66 persen menyesuaikan kendaraan dinas yang kemarin kami semua menyewa, kami mencoba mengganti yang lebih murah dari mobil listrik menjadi hybrid, tujuannya tadi listrik sekarang hybrid gitu, harganya bisa lebih murah itu sampai 66 persen," sambungnya.
 
Erick juga mengungkapkan, kementeriannya meniadakan kegiatan rapat dan seremonial dengan memangkas anggaran kegiatan tersebut hingga 43 persen. 
 
"Lalu penghematan 43 persen pemotongan kegiatan rapat dan meniadakan juga hal-hal yang seremonial kita sudah pangkas. Lalu 39 (persen) efisiensi pemakaian gedung," pungkas Erick.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.