Akurat

BEI Catat Kinerja Positif, Luncurkan IDXCarbon dan ESG Reporting untuk Dorong Keberlanjutan

Gianto | 25 Januari 2025, 23:32 WIB
BEI Catat Kinerja Positif, Luncurkan IDXCarbon dan ESG Reporting untuk Dorong Keberlanjutan

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan peningkatan kinerja pada rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan ini.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, melaporkan, nilai transaksi harian bursa meningkat 6,90 persen menjadi Rp12,45 triliun dibandingkan Rp11,64 triliun pada pekan sebelumnya.

Volume transaksi harian juga naik 5,23 persen menjadi 18,43 miliar lembar saham dari 17,51 miliar lembar saham pekan sebelumnya.

Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 9,46 persen menjadi 1,27 juta kali transaksi dibandingkan 1,40 juta kali transaksi pekan sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,16%, menutup pekan di level 7.166,06 dari 7.154,66 pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, kapitalisasi pasar mengalami sedikit penurunan sebesar 0,08 persen menjadi Rp12.462 triliun dari Rp12.472 triliun pada pekan sebelumnya.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Perputaran Ekonomi Desa hingga Rp8 Miliar

Salah satu pencapaian penting pekan ini adalah peluncuran IDXCarbon, platform perdagangan karbon internasional, yang diresmikan pada Senin (20/1/2025).

Dalam perdagangan perdana, volume transaksi karbon internasional tercatat sebesar 49.807 tCO2e melalui 22 transaksi dengan 17 pembeli.

Harga penutupan unit karbon IDXCarbon mencapai Rp96.000 untuk kategori Indonesia Technology Based Solution Authorized (IDTBSA) dan Rp144.000 untuk kategori IDTBSA Renewable Energy (IDTBSA-RE).

IDXCarbon diharapkan menjadi katalisator dalam upaya Indonesia mengurangi emisi karbon dan mendukung transisi energi berkelanjutan, sesuai target nasional.

Pada Rabu (22/1/2025), BEI meluncurkan ESG Reporting, fitur pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dalam sistem Sarana Keterbukaan Informasi Bagi Perusahaan Tercatat (SPE-IDXnet).

ESG Reporting menggunakan standar ASEAN Exchanges Common ESG Metrics yang selaras dengan Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03/2017 dan Surat Edaran OJK Nomor 16/SEOJK.04/2021.

Baca Juga: Pajak Minimum Global Dorong Iklim Investasi di Indonesia Lebih Sehat

“Peluncuran ESG Reporting bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi dan transparansi perusahaan tercatat, khususnya terkait keberlanjutan. Hal ini membantu investor dalam mengambil keputusan investasi yang mendukung prinsip keberlanjutan,” ujar Kautsar.

Meski nilai transaksi harian meningkat, penurunan frekuensi transaksi harian sebesar 9,46 persen menjadi perhatian BEI.

Namun, peluncuran IDXCarbon dan ESG Reporting memberikan peluang besar bagi pasar modal Indonesia untuk lebih kompetitif secara global.

Inisiatif ini diharapkan menarik minat investor asing, seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap investasi berkelanjutan.

BEI optimistis bahwa langkah-langkah ini akan memperkuat daya saing pasar modal Indonesia, baik di tingkat regional maupun global.

Baca Juga: Fantastis! Segini Gaji dan Tunjangan Donald Trump usai Dilantik Jadi Presiden AS

Ke depan, BEI berkomitmen untuk terus mendorong inovasi di bidang ekonomi hijau dan teknologi.

Kombinasi antara peningkatan volume transaksi, peluncuran IDXCarbon, dan penguatan pelaporan ESG menjadi fondasi solid bagi pertumbuhan pasar modal yang inklusif dan ramah lingkungan.

Dengan berbagai capaian ini, BEI semakin mengokohkan perannya sebagai motor penggerak investasi berkelanjutan sekaligus pendukung utama pembangunan ekonomi nasional yang berwawasan lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gianto
Herry Supriyatna