Sesi I, IHSG Menghijau ke 7.167,27
Hefriday | 3 Januari 2025, 11:42 WIB

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal tahun 2025.
Pada perdagangan sesi I Jumat (3/1/2025), IHSG menguat sebagai respons terhadap harapan pasar akan fenomena January Effect setelah Santa Claus Rally yang diantisipasi pada Desember 2024 tidak terwujud.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka naik 0,35% ke level 7.188,02. Namun, beberapa menit kemudian penguatan IHSG sedikit terkoreksi menjadi 0,32% di level 7.186,19. Kemudian di akhir sesi I, IHSG tetap menguat 0,06% ke 7.167,27. Meski demikian, indeks semakin mendekati level psikologis penting di 7.200.
Adapun pada perdagangan sebelumnya, Kamis (2/1/2025), IHSG naik sebesar 1,18% ke level 7.163,20. Sektor basic materials menjadi penopang terbesar indeks, sementara sektor consumer noncyclical mengalami koreksi terdalam. Investor asing mencatat penjualan bersih senilai Rp240,59 miliar dalam pasar saham.
Penguatan IHSG ini turut didukung oleh data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global pada 2 Januari 2025. PMI manufaktur tercatat di angka 51,2 pada Desember 2024, menandai kembalinya sektor manufaktur ke zona ekspansi setelah terkontraksi selama lima bulan berturut-turut. Angka tersebut juga merupakan yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.
PMI Indonesia sebelumnya berada di bawah 50 selama lima bulan terakhir, dimulai dari Juli (49,3), Agustus (48,9), hingga November 2024 (49,6). Perbaikan ini menunjukkan pemulihan aktivitas industri yang secara signifikan menopang sentimen pasar.
Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% hanya untuk barang dan jasa mewah (yang sebelumnya sudah dikenai PPnBM) juga memberikan dukungan terhadap IHSG. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2023 dan mulai berlaku pada awal tahun. Sementara itu, barang kebutuhan pokok (bapokting) tetap mendapatkan fasilitas PPN sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2020.
Kenaikan PPN pada barang mewah diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara tanpa memberikan tekanan signifikan pada sektor konsumsi masyarakat. Ini menjadi salah satu faktor yang membantu menopang kepercayaan investor di pasar saham.
Pasar saat ini menaruh harapan besar pada fenomena January Effect, yang biasanya terjadi pada awal hingga pertengahan Januari. Efek ini sering kali ditandai oleh kenaikan indeks saham akibat optimisme investor setelah window dressing pada akhir tahun sebelumnya.
Namun, pada Desember 2024, fenomena Santa Claus Rally yang biasanya mendukung penguatan pasar saham gagal terjadi. IHSG cenderung bergerak stagnan, sehingga ekspektasi terhadap January Effect menjadi lebih tinggi pada awal tahun ini.
Kinerja positif IHSG pada hari pertama perdagangan tahun 2025 juga menjadi indikasi bahwa pasar masih optimis terhadap prospek ekonomi tahun ini. Selain perbaikan manufaktur, sektor keuangan juga mulai mencatatkan peningkatan likuiditas di tengah kondisi ekonomi global yang lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Mendekatnya IHSG ke level psikologis 7.200 menjadi perhatian utama pelaku pasar. Jika level ini berhasil ditembus, maka potensi penguatan lebih lanjut semakin besar, terutama dengan adanya aliran dana asing yang diperkirakan masuk kembali ke pasar saham Indonesia.
Meski begitu, pasar tetap waspada terhadap dampak kebijakan ekonomi lainnya, termasuk potensi perubahan suku bunga oleh Bank Indonesia dan perkembangan inflasi domestik. Investor juga memantau perkembangan ekonomi global, terutama dari Amerika Serikat dan Tiongkok, yang dapat memengaruhi arus investasi ke Indonesia.
Window dressing yang terjadi pada akhir Desember 2024 meski tidak signifikan, telah membantu menjaga kestabilan IHSG. Hal ini memberikan dasar yang cukup kuat untuk memulai tahun 2025 dengan tren positif. Investor diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mencari peluang investasi yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










