BI Rampungkan PoC Tahap Pertama Rupiah Digital
Hefriday | 14 Desember 2024, 18:27 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) telah berhasil menyelesaikan proof of concept (PoC) tahap pertama untuk Rupiah Digital melalui Proyek Garuda.
PoC ini berfokus pada immediate state – wholesale cash ledger sebagai bagian dari eksplorasi mata uang digital bank sentral (CBDC) yang disebut Rupiah Digital. Tahap ini menjadi kelanjutan dari rangkaian inisiatif yang dimulai sejak 2022, meliputi white paper, consultative paper, dan laporan konsultasi publik.
PoC bertujuan menguji kesiapan teknologi yang mendukung pengembangan model bisnis Rupiah Digital. Pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan tiga aspek utama, yakni aspek teknis yang kritikal, keamanan transaksi, serta interoperabilitas dengan sistem pembayaran dan infrastruktur keuangan yang sudah ada.
Bank Indonesia memastikan bahwa setiap elemen tersebut dirancang untuk menghasilkan layanan keuangan yang efisien, aman, dan andal. Dalam perancangannya, PoC menggunakan teknologi berbasis distributed ledger technology (DLT).
Teknologi ini telah melalui serangkaian evaluasi teknis dan diselaraskan dengan kebutuhan model bisnis Rupiah Digital di masa mendatang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa DLT mampu memenuhi skenario uji yang dirancang untuk kebutuhan bisnis dan teknis wholesale Rupiah Digital cash ledger.
Baca Juga: 3 Fakta CBDC (Rupiah Digital)
Proyek Garuda menjadi momentum penting dalam mengeksplorasi potensi CBDC di Indonesia. Tahap awal PoC ini menandai pencapaian besar dalam eksperimen Rupiah Digital dan memberikan fondasi yang kuat untuk pengembangan selanjutnya. Keberhasilan PoC juga menjadi referensi bagi Bank Indonesia untuk memperkuat aspek teknis dan bisnis di tahap-tahap berikutnya.
Dalam proses pengujiannya, Bank Indonesia tidak hanya mengembangkan konsep teknologi, tetapi juga memastikan integrasi yang harmonis dengan ekosistem pembayaran yang ada. Aspek interoperabilitas menjadi kunci penting agar Rupiah Digital dapat digunakan dengan lancar dalam berbagai sistem pembayaran domestik.
Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menyatakan bahwa PoC ini merupakan bagian dari visi besar BI untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
"Keberhasilan PoC ini adalah bukti nyata bahwa kami siap membawa Rupiah Digital ke tahap yang lebih maju dengan tetap mengutamakan keamanan dan efisiensi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/12/2024).
Bank Indonesia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam setiap tahap pengembangan Rupiah Digital. Penerbitan laporan PoC ini merupakan bentuk transparansi BI sekaligus ajakan kepada pihak terkait untuk bersama-sama mempersiapkan transformasi digital di sektor keuangan Indonesia.
Proyek Garuda dipandang sebagai salah satu inisiatif paling ambisius dalam sejarah Bank Indonesia. Selain mengembangkan Rupiah Digital, proyek ini juga dirancang untuk mendorong inovasi di sektor keuangan dan menciptakan infrastruktur pembayaran yang lebih tangguh.
Ke depan, hasil PoC ini akan digunakan sebagai dasar untuk mendesain fase-fase pengembangan berikutnya. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengeksplorasi teknologi baru, termasuk memperluas pengujian pada retail CBDC, yang memungkinkan penggunaan Rupiah Digital secara langsung oleh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










