Akurat

Penuhi Kewajiban Free Float, J Trust Siap Rights Issue di 2025

Demi Ermansyah | 11 Desember 2024, 22:11 WIB
Penuhi Kewajiban Free Float, J Trust Siap Rights Issue di 2025

AKURAT.CO PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) mengambil langkah strategis untuk memenuhi kewajiban free float sebesar 7,5% yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Dimana dalam rencananya tersebut JTrust Bank akan meluncurkan aksi korporasi berupa penerbitan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada tahun 2025. 
 
Menurut Direktur Keuangan dan Perencanaan JTrust Bank, Helmi A. Hidayat menjelaskan bahwa perusahaan tetap ingin menjaga komposisi kepemilikan saham yang ada. "Sepanjang harganya cocok, kewajiban free float ini kemungkinan bisa terpenuhi di semester I-2025. Tapi, tidak ada penjualan saham dari pemegang saham lama," ujar Helmi saat Public Expose JTrust di Jakarta, Rabu, (11/12/2024). 
 
 
Lebih lanjut Helmi menambahkan bahwa Rencana rights issue ini tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban free float, tetapi juga menjadi upaya untuk memperkuat modal perusahaan.
 
Saat ini, komposisi saham JTrust yang dimiliki publik tercatat sebesar 5,23%, masih berada di bawah ambang batas minimum. 
 
Usut punya usut, Keputusan JTrust Bank untuk tidak melepas saham lama didukung oleh kinerja positif perusahaan sepanjang tahun 2024. Dalam Laporan Keuangan Kuartal III-2024, JTrust Bank mencatatkan laba bersih sebesar Rp161,22 miliar. Pencapaian ini dipicu oleh pertumbuhan kredit bruto yang meningkat 19,22 persen year-on-year (YoY), dari Rp23,60 triliun menjadi Rp28,13 triliun.  
 
Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat sebesar 14,95% YoY, dari Rp29,73 triliun pada Kuartal III-2023 menjadi Rp34,18 triliun pada Kuartal III-2024. Pertumbuhan ini menegaskan kepercayaan nasabah terhadap JTrust Bank yang terus memperkuat posisinya di industri perbankan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.