Waspada 3 Jebakan Tersembunyi Fasilitas Cicilan 0 Persen

AKURAT.CO Fasilitas cicilan 0% kartu kredit telah menjadi daya tarik bagi banyak konsumen yang ingin membeli barang dengan cara angsuran tanpa dikenakan bunga.
Meskipun fasilitas ini terdengar menggiurkan, penting untuk memahami bahwa ada beberapa jebakan yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan fitur cicilan 0% ini.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (8/12/2024), berikut pembahasan bagaimana cara kerja cicilan 0% serta berbagai potensi masalah yang mungkin muncul.
Cicilan 0% adalah fasilitas yang memungkinkan pemegang kartu kredit untuk membeli barang dan membayar dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu tanpa dikenakan bunga.
Misalnya, jika Anda membeli laptop seharga Rp12 juta dengan cicilan 0% selama 12 bulan, maka setiap bulan Anda akan membayar Rp1 juta hingga pembayaran lunas. Dengan kata lain, Anda tidak akan dikenakan bunga tambahan, dan jumlah tagihan yang harus dibayar tidak akan berubah selama tenor cicilan.
Baca Juga: Hati-hati! 6 Jebakan 'Tersembunyi' Fasilitas Cicilan 0% Kartu Kredit
Namun, meskipun terdengar sangat menguntungkan, fasilitas cicilan 0% pada kartu kredit bisa menjadi jebakan jika tidak dipahami dengan baik.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum memanfaatkan fitur ini.
1. Biaya Administrasi
Salah satu jebakan utama dalam menggunakan cicilan 0% adalah biaya administrasi yang sering kali dibebankan oleh bank penerbit kartu kredit. Biaya ini biasanya tidak terlalu terlihat pada awalnya, tetapi bisa menjadi beban tambahan yang cukup besar.
Banyak bank yang menetapkan biaya administrasi sekitar 3% dari total tagihan. Misalnya, jika Anda membeli barang senilai Rp12 juta, biaya administrasi yang dikenakan bisa mencapai Rp360 ribu. Dengan kata lain, meskipun cicilan 0% tidak mengenakan bunga, Anda tetap harus menanggung biaya tambahan yang bisa mengurangi keuntungan dari fitur tersebut.
Sering kali, pengguna kartu kredit merasa limit kartu mereka habis setelah menggunakan fasilitas cicilan 0%. Hal ini terjadi karena limit kartu kredit akan berkurang sesuai dengan nominal transaksi yang dilakukan.
Sebagai contoh, jika Anda memiliki limit kartu kredit Rp15 juta dan membeli barang seharga Rp12 juta, maka limit kartu Anda akan berkurang menjadi Rp3 juta. Selama masa cicilan, pembayaran yang Anda lakukan setiap bulan akan mengembalikan sebagian limit kartu kredit Anda.
Misalnya, setelah Anda membayar cicilan sebesar Rp1 juta pada bulan pertama, limit kartu Anda akan bertambah menjadi Rp4 juta. Hal ini akan berlangsung hingga cicilan lunas. Namun, selama masih ada tagihan cicilan, Anda tidak bisa menutup kartu kredit atau melakukan transaksi lain dengan kartu tersebut tanpa melunasi sisa tagihan terlebih dahulu.
Jika Anda berencana untuk melunasi cicilan lebih cepat dari yang dijadwalkan, Anda harus berhati-hati dengan biaya pelunasan dipercepat yang bisa dikenakan oleh bank penerbit. Biaya ini biasanya berkisar antara 1% hingga 5% dari sisa pinjaman pokok, ditambah dengan bunga berjalan jika ada.
Hal ini bisa menjadi beban tambahan yang cukup besar, sehingga sebelum memutuskan untuk mempercepat pelunasan, pastikan Anda mempertimbangkan semua biaya terkait.
2. Bonus atau Hadiah Terbatas
Sebagian besar kartu kredit menawarkan berbagai keuntungan tambahan seperti cashback, poin reward, atau program loyalitas lainnya. Namun, dengan menggunakan cicilan 0%, Anda mungkin tidak akan mendapatkan bonus atau hadiah lainnya.
Hal ini disebabkan karena bank penerbit kartu kredit biasanya menganggap cicilan 0% sebagai transaksi yang sudah cukup menguntungkan bagi mereka. Dengan demikian, Anda tidak akan memperoleh cashback atau poin reward seperti yang biasanya didapatkan dalam transaksi biasa.
Banyak bank yang memberikan syarat minimal transaksi untuk dapat menggunakan fasilitas cicilan 0%. Misalnya, untuk mendapatkan cicilan 0% selama 3 bulan, Anda harus melakukan pembelian dengan jumlah minimal Rp3 juta.
Jika transaksi Anda kurang dari jumlah yang ditentukan, Anda tidak akan bisa memanfaatkan fasilitas cicilan 0%. Hal ini sering kali membuat konsumen tergoda untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan hanya untuk memenuhi syarat transaksi minimal.
3. Hanya Berlaku pada Produk atau Toko Tertentu
Meskipun cicilan 0% terdengar menarik, Anda harus memperhatikan bahwa fasilitas ini hanya berlaku untuk produk dan merchant yang bekerja sama dengan bank penerbit. Tidak semua produk atau toko dapat menggunakan fasilitas cicilan 0%, dan ini bisa membatasi pilihan Anda.
Jadi, pastikan untuk mengecek terlebih dahulu daftar merchant yang menawarkan cicilan 0%, agar Anda tidak kecewa setelah melakukan transaksi.
Setiap bank penerbit kartu kredit memiliki kebijakan yang berbeda terkait fasilitas cicilan 0%. Beberapa bank mungkin mengenakan biaya administrasi yang lebih tinggi, sementara yang lain mungkin memberikan persyaratan yang lebih longgar.
Oleh karena itu, sebelum memilih kartu kredit untuk cicilan 0%, pastikan Anda memeriksa syarat dan ketentuan yang berlaku agar tidak terjebak dalam biaya tersembunyi.
Sebelum menggunakan fasilitas cicilan 0%, penting untuk memahami seluruh syarat dan ketentuannya. Pastikan Anda mengetahui biaya administrasi yang mungkin dikenakan, jumlah transaksi minimal, dan produk apa saja yang dapat menggunakan cicilan 0%.
Hal ini akan membantu Anda untuk memanfaatkan fasilitas cicilan 0% dengan bijak, sehingga Anda tidak merasa tertipu atau terbebani oleh biaya tambahan yang tidak terduga.
Cicilan 0% dapat menjadi alat yang efektif untuk membeli barang yang Anda butuhkan tanpa harus membayar bunga, asalkan Anda memahami dan menggunakan fasilitas ini dengan bijak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










