Akurat

IHSG Melemah 1,13 Persen ke 7.114,266 dalam Sepekan

Hefriday | 30 November 2024, 16:41 WIB
IHSG Melemah 1,13 Persen ke 7.114,266 dalam Sepekan

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 1,13% ke level 7.114,266 pada pekan ini (25-29 November 2024).

Tercatat, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 35,53% menjadi Rp13,45 triliun dari Rp9,93 triliun pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian juga naik 31,23% menjadi 26,10 miliar lembar saham. Namun, kapitalisasi pasar turun sebesar 0,43% menjadi Rp12.000 triliun.

"Pergerakan investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,89 triliun pada pekan terakhir November, meskipun secara kumulatif sepanjang tahun 2024 terdapat nilai beli bersih Rp21,56 triliun," tulis BEI dalam laman resmi, dikutip Sabtu (30/11/2024).

Baca Juga: IHSG Nanjak 0,48 Persen dalam Sepekan

Beragam aktivitas pasar mewarnai bursa pada pekan ini. Pada Selasa (26/11/2024), sejalan momen peringatan 47 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar acara CEO Networking 2024 .

Pada Kamis (28/11/2024), Bursa Efek Indonesia mencatatkan 6 obligasi dan 1 sukuk baru, termasuk Obligasi Berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap III Tahun 2024 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap III Tahun 2024.

Kedua instrumen ini diterbitkan oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dengan nilai pokok masing-masing sebesar Rp2,54 triliun dan Rp959,22 miliar. Keduanya mendapatkan peringkat idAA dan idAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), dengan PT Bank KB Bukopin Tbk sebagai wali amanat.

Selain itu, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Hartadinata Abadi Tahap I Tahun 2024 dengan nilai pokok Rp900 miliar. Obligasi ini memperoleh peringkat idAAAcg dari PEFINDO dan diampu oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Di waktu yang sama, PT Toyota Astra Financial Services juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan IV Toyota Astra Financial Services dengan nilai Rp1 triliun, berperingkat AAA(idn) oleh Fitch Ratings Indonesia.

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) turut berkontribusi dengan mencatatkan dua obligasi baru, yaitu Obligasi Berkelanjutan VII Sarana Multigriya Finansial Tahap IV dan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2024. Masing-masing bernilai Rp2,04 triliun dan Rp1,2 triliun, keduanya mendapatkan peringkat idAAA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat untuk kedua obligasi ini.

Sebagai tambahan, PT Bussan Auto Finance mencatatkan Obligasi Berkelanjutan III Bussan Auto Finance Tahap II Tahun 2024 dengan nilai Rp156,01 miliar, berperingkat AAA(idn) oleh Fitch dan idAAA oleh PEFINDO. Dengan pencatatan ini, total emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2024 mencapai 131 emisi dari 70 emiten dengan total nilai Rp125,88 triliun.

Secara keseluruhan, jumlah obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI kini mencapai 595 emisi dengan nilai outstanding Rp473,19 triliun dan USD86,0163 juta. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebanyak 190 seri dengan nilai nominal Rp6.061,51 triliun dan USD502,10 juta, sementara Emisi Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak 8 emisi dengan nilai Rp2,7 triliun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa