Akurat

Begini Strategi PBoC di Tengah Krisis Yuan

Demi Ermansyah | 18 November 2024, 16:09 WIB
Begini Strategi PBoC di Tengah Krisis Yuan

AKURAT.CO Bank Rakyat China (PBoC) menghadapi tantangan besar di tengah tekanan yang meningkat terhadap yuan akibat kebijakan ekonomi proteksionis Amerika Serikat di bawah Donald Trump. Dengan ancaman tarif baru hingga 60% terhadap produk China, mata uang yuan terancam mengalami depresiasi signifikan yang dapat memicu ketidakstabilan ekonomi domestik.

Untuk menjaga stabilitas yuan, PBoC telah memanfaatkan berbagai instrumen kebijakan, termasuk penyesuaian cadangan devisa, kontrol nilai tukar harian, dan intervensi pasar melalui bank-bank milik negara. Langkah-langkah ini dirancang untuk menahan depresiasi yuan agar tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar di pasar keuangan global.

Namun, keputusan strategis seperti devaluasi yuan tetap menjadi opsi yang sulit diabaikan. Devaluasi dapat membantu menjaga daya saing ekspor China di tengah tarif AS yang semakin tinggi. 

Baca Juga: PBoC Pangkas Bunga Lagi, Ekonomi China Diharapkan Meroket

Sayangnya, langkah ini juga memiliki risiko besar, termasuk potensi arus keluar modal secara besar-besaran dan peningkatan utang dalam negeri. Selain itu, devaluasi dapat memperkuat label "manipulator mata uang" yang sebelumnya telah disematkan AS kepada China.
 
Dilansir Bloomberg, para analis menilai bahwa PBoC kemungkinan akan mengadopsi pendekatan gradual dalam membiarkan yuan terdepresiasi. "Tekanan terhadap yuan akan terus meningkat, tetapi penurunan yang terkendali lebih mungkin dilakukan," kata Ekonom Pasar Negara Berkembang di Absolute Strategy Research, Adam Wolfe, Senin (18/11/2024).
 
Secara tidak langsung, tambahnya, pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian China dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas domestik dan persaingan global. Di sisi lain, kebijakan pelemahan yuan juga menghadapi tantangan dari pertumbuhan ekonomi China yang melambat dan ancaman deflasi.
 
Untuk mengatasi tantangan ini, PBoC meluncurkan stimulus domestik pada akhir September, diikuti oleh langkah serupa dari lembaga pemerintah lainnya. Stimulus ini diharapkan dapat mendukung perekonomian domestik sekaligus memberikan bantalan terhadap guncangan tarif AS.

Ironisnya, Donald Trump sendiri menginginkan pelemahan dolar AS untuk mendukung daya saing barang-barang Amerika di pasar internasional. Jika kebijakan ini berhasil, yuan mungkin mendapat sedikit ruang untuk stabil. 
 
Namun, para ekonom memperingatkan bahwa pelemahan yuan yang tidak terkendali dapat merusak ambisi jangka panjang China untuk mempromosikan yuan sebagai mata uang internasional yang stabil dan kuat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.