Akurat

IHSG Turun 1,73 Persen dalam Sepekan

Hefriday | 16 November 2024, 17:18 WIB
IHSG Turun 1,73 Persen dalam Sepekan

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan (1-15 November 2024) turun 1,73% ke level 7.161,258, dari 7.287,191 pada pekan lalu.

Sepanjang pekan, rata-rata volume transaksi harian naik 48,51% menjadi 31,99 miliar saham, sementara rata-rata nilai transaksi meningkat 5,09% menjadi Rp12,28 triliun. Namun, kapitalisasi pasar turun 1,46% menjadi Rp12.063 triliun, dengan IHSG melemah 1,73% ke level 7.161,258.

Pada pekan tersebut, terdapat pencatatan tiga saham baru, satu waran, dua obligasi, serta peluncuran produk derivatif baru, Single Stock Futures (SSF).  

Baca Juga: IHSG Jatuh 0,74 Persen ke 7.214,56, Sektor Bahan Baku Pimpin Penurunan

Pada Senin (11/11/2024), BEI membuka pekan dengan pencatatan perdana saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) di Papan Utama. DAAZ, perusahaan ke-37 yang tercatat pada 2024, bergerak di sektor barang baku dengan sub-industri logam dan mineral lainnya.  

Pada hari yang sama, PT OKI Pulp & Paper Mills mencatatkan dua obligasi, yakni Obligasi Berkelanjutan I Tahap VI Tahun 2024 senilai Rp2,25 triliun dan Obligasi USD senilai USD9,22 juta. Dengan peringkat idA+ dari PEFINDO dan irAA- dari Kredit Rating Indonesia, obligasi ini mengukuhkan posisinya di pasar modal.  

Selasa (12/11/2024) menjadi momentum penting dengan peluncuran produk derivatif Single Stock Futures (SSF). Produk ini melibatkan lima saham likuid dari indeks LQ45, yakni BBRI, BBCA, MDKA, TLKM, dan ASII. SSF memungkinkan investor melakukan lindung nilai dengan efisiensi. PT Binaartha Sekuritas, PT Ajaib Sekuritas Asia, dan PT Phintraco Sekuritas menjadi anggota bursa yang mendukung transaksi SSF.  

PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) resmi tercatat di Papan Pengembangan pada Selasa (12/11/2024). BOAT, perusahaan ke-38 di tahun 2024, fokus pada jasa perkapalan di industri minyak dan gas bumi.

Sementara itu, Rabu (13/11/2024), PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) bergabung di Papan Pengembangan dengan mencatatkan saham dan waran, menjadikannya perusahaan ke-39 yang tercatat tahun ini.  

Dengan sejumlah emisi tersebut, saat ini total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat mencapai 121 emisi senilai Rp112,13 triliun, dengan nilai outstanding Rp465,41 triliun dan USD86,02 juta. Total Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mencapai Rp6.035,71 triliun, sementara Efek Beragun Aset (EBA) berjumlah delapan emisi dengan nilai Rp2,7 triliun.  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa